About

Kamis, 29 Mei 2014

The Legend of Twelve Foxes (Part 6)


Title    : The Legend of Twelve Foxes
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO's members, Kim Yeajin (OC), all Super Junior's members
Genre : Adventure
***
Luhan bangkit dari tempatnya terjerembab. Bukan hanya sekadar bangkit, matanya mendadak memerah. Telapak kakinya melebar, dan cakar-cakar bermunculan. Tubuhnya membesar, wajahnya juga berubah. Taringnya tajam, dan kini tubuhnya dipenuhi rambut hitam keabu-abuan. Tangannya menjelma menjadi kaki dengan cakar runcingnya pula. Pakaiannya sobek. Ia menyeringai, lalu ketika melihat bulan purnama, ia melolong.
Chanyeol yang melihat kejadian itu hanya menganga. Ia tak sanggup berkata-kata. Bagaimana tidak, Luhan yang selama ini dikenalnya rupanya adalah seorang werewolf!

Serigala Luhan itu menatap Leeteuk, lalu sosok-sosok lain teman sepermainannya Ryeowook. Ia menggeram-geram, kemudian diterkamnya satu-satu. Chanyeol menahan napas. Ia takut, sangat takut. Hal yang ditakutkannya adalah ketika Luhan menjadi serigala, ia tidak kenal teman atau lawan.
Maka dari itu, Chanyeol cepat-cepat membopong Sehun dan berlari keluar tanpa sepengetahuan Luhan. Ia meletakkan Sehun di tempat yang agak jauh dari kejadian itu. Chanyeol kembali lagi dan menggendong Baekhyun lalu menaruhnya di samping Sehun. Chanyeol juga membangunkan Suho dan teman-teman lainnya, lalu mereka berlari bersama menjauhi Luhan.
“Satu, dua, tiga, empat …,” Suho menghitung jumlah teman-temannya. “Sepuluh. Sebelas ditambah Luhan, dan satu lagi siapa?”
“Astaga! Kai!” pekik Chanyeol.
“Di mana Kai?” tanya Kyungsoo khawatir.
“Dia … tadi bertarung bersama Ryeowook di dalam. Aduh, bagaimana cara membawanya keluar? Sedangkan Luhan, oh tidak! Kenapa kamu masuk ke dalam gudang?” Chanyeol memukul-mukul kepalanya sendiri. “Bagaimana ini?”
Mereka berpikir.
“Kai, kumohon, berteleportasilah ke sini,” gumam Kyungsoo pelan.
Sunyi.
Beberapa detik kemudian, Kai tiba-tiba muncul di samping Chanyeol.
“Kai-ah? Kamu … teleportasi?” Chanyeol bingung.
Kai sendiri juga bingung apa yang terjadi dengannya, “Sungguh? Ketika Ryeowook memasangkan rantai di tanganku dan ketika seekor serigala yang aku tidak tahu dari mana asalnya masuk, aku langsung berharap bisa berteleportasi keluar lalu … tahu-tahu aku di sini.”
“Kalau begitu, sebenarnya kekuatan itu tidak hilang seratus persen dari tubuh kita,” tutur Chen ketika mendengar penjelasan Kai.
“Iya, mungkin saja,” Suho manggut-manggut.
“Bagaimana dengan Sehun?” Kai merangkak mendekati Sehun. Ia berusaha membangunkan Sehun, namun tetap saja Sehun tidak menanggapi. “Kalau begitu lekas panggil ambulans! Dia mungkin sudah kritis.”
Suho segera menelepon ambulans. Tak lama ambulans datang dan mereka semua masuk ke dalamnya, kecuali Chanyeol.
“Chanyeol, kamu tidak ikut?” tanya Chen sebelum menutup pintu ambulans.
“Tidak, aku tidak bisa meninggalkan Luhan di sini,” Chanyeol tersenyum dan ambulans meninggalkannya.
Chanyeol menghela napas. Ia melangkah mendekat ke gudang. Ia berhenti ketika terdengar lolongan serigala. Chanyeol menahan napasnya. Rasa takut menyelimuti hatinya.
Lalu terdengar suara benda-benda bertabrakan, dan sosok hitam keluar dari gudang. Chanyeol membelalak dan melangkah mundur. Jantungnya berdegup kencang.
Serigala Luhan muncul di sana. Ia menggeram ketika melihat Chanyeol. Chanyeol yang ketakutan mengangkat tangan kanannya dan membentuk huruf ‘V’ seraya berkata, “Peace.”
Luhan bukannya berhenti menggeram justru melompat menerjang Chanyeol. Chanyeol memekik kaget dan menutup wajahnya dengan telapak tangan. Tetapi beberapa menit kemudian, sinar matahari menyinari wajah Chanyeol. Chanyeol membuka telapak tangannya, dan tidak dilihatnya serigala Luhan di hadapannya. Kini di depan wajahnya terdapat Luhan, terengah-engah.
“Luhan hyung?” Chanyeol lega. “Kamu sadar apa yang kamu lakukan tadi?”
Luhan menghela napas. Ia duduk dan mengatur napasnya, “Memangnya apa yang terjadi semalam? Sehun sudah bebas? Dan, aduh, kenapa kepalaku pusing ya?”
***
Hari-hari berjalan biasa setelah insiden itu.
“Hai, Oppa! Konser kalian semalam benar-benar luar biasa!” Yeajin dengan semangat menyapa Kyungsoo yang baru saja turun dari bus.
“Ya, sama-sama,” Kyungsoo tersenyum.
Yeajin mengangguk-angguk, lalu bertanya, “Sehun sudah keluar dari rumah sakit?”
“Belum,” Kyungsoo mendesah. “Bahkan kabarnya ia belum sadar.”
“Oh,” Yeajin menggigit bibir. “Tetapi ia baik-baik saja, bukan?”
“Semoga saja,” harap Kyungsoo. “Sudah dua hari semenjak kejadian itu. Ia tetap belum sadar.”
“Umm … Oppa, aku ingin berbicara denganmu sebentar,” Yeajin menarik Kyungsoo. “Ryeowook, ini soal Ryeowook.”
“Ada apa dengan Ryeowook?”
“Oppa belum tahu? Ryeowook dan teman-temannya tewas di gudang itu. Kabarnya karena diserang serigala. Tetapi, cincin itu. Oppa, cincin itu hilang dari tangan mereka! Aku bahkan kaget dan berusaha mencarinya. Tidak ada sama sekali. Ke mana gerangan cincin-cincin itu?”
Kyungsoo tersentak. Ia tahu, Luhan yang membunuh mereka semua. Tetapi soal cincin …. “Yeajin, aku tidak tahu cincin itu. Merekalah yang terakhir membawanya,” ujar Kyungsoo.
“Oppa tidak berbohong bukan?” Yeajin memastikan.
“Tidak,” Kyungsoo menggeleng.
“Ayahku datang padaku tadi malam, memintaku untuk memusnahkan kekuatan itu sebelum terlambat,” Yeajin menjelaskan. “Tetapi cincin itu hilang! Aku tidak bisa memusnahkan kekuatannya tanpa mereka!”
Kyungsoo mengerutkan kening. Ayah Yeajin datang ke Yeajin tadi malam? Bukankah ayah Yeajin telah meninggal? Dan cincin-cincin itu. Ke mana mereka? Lalu, Luhan mendadak menjadi werewolf. Padahal sebelumnya ia biasa-biasa saja ketika melihat bulan purnama.
Dan Yeajin. Yeajin benar-benar bertingkah aneh.
Ini bukan akhir dari cerita ini. Justru ini adalah awal dari perjalanan hidup mereka sesungguhnya.

***
[Tamat?]
By : AnTa (Annisa and Shinta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar