About

Sabtu, 24 Mei 2014

First Snow (Part 2)


Title    : First Snow
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO's members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Friendship, school life
***
Belum sempat Baekhyun menjawab, tangan Luhan meraih jaket Baekhyun. Baekhyun dan Kyungsoo tersentak kaget saat tahu kesepuluh namja mengerikan itu berdiri di dekatnya. Tanpa aba-aba, keduanya berlari secepat mungkin. Kyungsoo tidak memperdulikan kakinya yang meraung-raung kelelahan.

Sampai di tengah lapangan basket, Kyungsoo tak sanggup lagi berlari. Dia terjatuh. Baekhyun yang kaget sempat berteriak. Ia membantu Kyungsoo berdiri, tetapi entah kenapa kaki Kyungsoo terasa begitu lemas seperti jeli.
“Cukup! Jangan berlari lagi! Kuhantam kalian satu per satu dengan kakiku bila kalian berani bergerak satu centipun!” suara Chanyeol menggelegar. Geng The King School itu mengerubungi mereka, seperti gerombolan semut menemukan sebongkah gula.
“Anak baru seperti kalian tidak pantas berada di sini! Hanya bisa berlari dari kenyataan! Kenapa orangtua kalian melahirkan kalian ke dunia ini? Tidakkah mereka, orangtua kalian berpikir betapa tidak bergunanya kalian? Dan …,” kata-kata pedas Chanyeol terputus ketika melihat Kim Yeajin, cewek terpopuler di sekolah itu datang beserta teman-temannya.
“Tidak bosan-bosan mem-bully anak baru? Tidakkah kamu berpikir bagaimana perasaan mereka?” Yeajin mendorong Chanyeol. Chanyeol menatap Yeajin, kemudian memandang Baekhyun dan Kyungsoo yang terpaku.
Chanyeol menyukai Yeajin sejak lama. Oleh karena itu, ia tidak mampu membantah segala perkataannya. “Ayo,” kata Chanyeol pelan pada geng-nya. Mereka berbalik badan, lalu pergi. Chanyeol sempat melempar tatapan mengancam pada Baekhyun.
“Terima kasih.”
“Tidak perlu, Oppa. Mereka memang sudah keterlaluan. Aku bahkan muak melihatnya,” Yeajin kemudian melangkah pergi.
“Akhirnya, berakhir juga,” Baekhyun membantu Kyungsoo berdiri.
“Ya, kuharap tidak terjadi hal yang sama besok,” Kyungsoo tersenyum lega.
***
Keesokan harinya, Baekhyun dan Kyungsoo pergi ke sekolah bersama dengan bus. Saat itu, Kyungsoo masih merasa takut mengingat kejadian di lapangan basket kemarin. Melihat Kyungsoo dengan wajah canggung, Baekhyun menenangkan Kyungsoo, “Tak perlu dipikirkan. Memang mereka itu kalangan atas, sedangkan kita dari kalangan bawah. Jadi kita terima saja apa adanya.”
Bus yang ditumpangi kedua namja ini tiba di sekolah. Rupanya bersamaan dengan Yeajin dan kawan-kawannya. Kyungsoo menghampiri Yeajin disusul Baekhyun di belakang, “Eh, kamu yang kemarin. Makasih banyak atas bantuanmu. Kalau kamu tidak muncul, tidak tahu bagaimana nasibku dan Baekhyun nantinya.”
“Santai saja. Memangnya apa yang kalian lakukan sampai di-bully seperti itu? Sebelum kalian, banyak juga anak baru yang di-bully tapi tidak sampai separah kalian,”tanya Yeajin penasaran.
Kyungsoo hendak menjawab, tetapi bel berbunyi nyaring.
“Ayo kita masuk!” ajak Baekhyun lalu pergi meninggalkan Yeajin.
Tak disangka, Chanyeol melihat semua itu. Betapa marahnya Chanyeol, “Kenapa dia bisa akrab seperti itu? Padahal aku yang pertama naksir dia, dan yang lebih mengenalnya juga aku. Awas kau, Kyungsoo, kita lihat pembalasanku kelak!” Chanyeol memukulkan tinjunya ke pohon.
***
Di kelas, Kai termenung sendiri. Pelajaran sama sekali tak ia simak. Tatapannya keluar jendela, mencari-cari dunianya sendiri. Menggali masa lalunya, masa ketika Kai dulu ingin ikut geng-nya Chanyeol. Sebetulnya, dulu ia ingin terlihat lebih keren di mata para cewek. Karena itulah, mengikuti geng The King School satu-satunya ide yang terbesit di kepalanya ketika itu. Tapi tentu tidak mudah memohon pada Chanyeol untuk memasukkannya. Beruntung karena kerja kerasnya dalam dance sehingga ia sangat mahir sekarang, juga ia mewarisi hotel milik orangtuanya yang bercabang di mana-mana. Chanyeol mengajak Kai masuk geng-nya, dan tentu saja Kai menyanggupi sebab itu impiannya dulu.
Tapi ia sangat menyesali hal itu.
“….”
“Hei!”
Kai tersentak. Sosok lembut Kyungsoo yang duduk di sebelahnya, melambai-lambaikan tangan di hadapan Kai, “Melamun?”
“….”
Kyungsoo tersenyum manis, “Kamu tidak ikut geng-mu ke lapangan? Sekarang sudah istirahat.”
“Tidak, mereka juga tidak mengajakku.”
“Oh.”
“Kamu memaafkanku saat tragedi di lapangan basket itu?”
“Kurasa aku tidak melihatmu di sana.”
“Aku ada di sana. Mungkin kamu terfokus pada wajah seram Chanyeol.”
“Haha, aku sangat takut ketika itu. Beruntung Yeajin datang.”
“Hyung, kuberitahu sesuatu. Chanyeol itu dari dulu suka dengan Yeajin. Hati-hati, bisa saja dia menerkammu sewaktu-waktu.”
“Terima kasih atas peringatannya.”
“Sama-sama.”
“Oh ya, sudahkah kita berkenalan? Aku Do Kyungsoo,” Kyungsoo mengulurkan tangan.
Kai membeku sejenak. Ketulusan Kyungsoo saat berucap meluluhkan hatinya. Kai membalas uluran tangan Kyungsoo, “Namaku Kim Jong In, panggil saja aku Kai atau Jong In.”
Tiba-tiba Baekhyun melihat kejadian itu dan langsung menghampiri Kyungsoo, “Kyungsoo, sedang apa kamu? Kamu berani berbicara dengannya?”
Kai merasa tersinggung, “Maaf, tapi aku tidak segalak Chanyeol. Di lapangan basket kemarin juga … bukan ideku. Chanyeol memaksaku dan beberapa anggota lain untuk mengikuti perintahnya. Kalau tidak, ya biasalah.Dia jago mengintimidasi.”
“Baekhyun hyung, jangan terlalu berprasangka buruk pada Kai. Kai tidak seburuk Chanyeol kok. Mungkin dia senang jika kita menjadi temannya, atau bahkan kami bisa membantumu keluar dari geng itu bila kamu ingin,” Kyungsoo menengahi.
Baekhyun menyahut, “Untuk apa berteman dengan kita? Kyungsoo, prinsip geng The King School itu berteman dengan anak yang sama-sama berasal dari kalangan atas saja! Sedangkan kita …”
“Tidak semua anggota The King School seperti itu,” potong Kai.
“Apa buktinya?” ujar Baekhyun. “Kalian genap sepuluh mengerubungi kami di lapangan basket kemarin. Aku tahu itu, karena kuhitung kalian satu per satu!”
“Jika tidak percaya dengan ucapanku, kalian boleh menuntutku ke pengadilan,” Kai bersikeras. “Pulang sekolah nanti, ikutlah denganku ke suatu tempat. Temui aku di taman sekolah.”
Setelah itu Kai berlalu keluar kelas.
“Bagaimana kalau dia keluar hendak memberitahu anggota lainnya untuk mengeroyoki kita sepulang sekolah nanti di taman? Bagaimana jika dia menjebak kita? Bagaimana jika dia menyekap kita berdua tanpa kita ketahui dan …,” Baekhyun cepat-cepat menutup mulut Kyungsoo sebelum kalimatnya meledak lagi.
“Apaan sih kamu? Kamu cerewet juga, rupanya,” ucap Baekhyun.
***
[Bersambung ....]

By : AnTa (Annisa and Shinta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar