About

Selasa, 27 Mei 2014

First Snow (Part 5)

Title    : First Snow
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO's members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Friendship, school life
***
Kesebelas namja itu bergegas turun dari bus dan mendekati tempat kecelakaan itu. Mobil itu menindasnya, ya, menindasnya. Tragis sekali.
Beberapa menit kemudian polisi datang, disertai ambulans di belakangnya. Mobil itu benar-benar rusak. Bentuknya bisa dibilang bukan mobil gara-gara kerusakannya. Pengendara mobil itu tewas di tempat, dan langsung dibawa ambulans ke rumah sakit. Rongsokan mobil disingkirkan, dan sosok Kai ….
Kyungsoo langsung berlari dan menangis. Ia tak sanggup melihatnya. Chanyeol menutup wajahnya dengan kedua tangan. Baekhyun membelalak, tidak percaya. Suho hanya melongo, dan perlahan dirasakannya pipinya basah. Benar-benar tidak disangka. Baru saja mereka menyelesaikan audisi yang belum diketahui hasilnya, dan salah satu anggota mereka tewas. Tidakkah itu terasa seperti ditusuk seribu jarum?
Tangis tak terhindarkan. Polisi menjauhkan mereka dari TKP. Kai diangkut ambulans, dan hilang.
“Mobil sedan berplat nomor 2387, pengendara bernama Choi Jong Soo. Diduga akibat minum alkohol sehingga kesulitan mengendarai mobilnya. Korban bernama Jong In usia …,” tim penyelidik datang dan menjelaskan segala hal yang ada di situ.
“Ternyata memang Kai,” Chen manggut-manggut.Ia menarik napas, menghembuskannya. Lalu perlahan air matanya keluar.
Mereka bersebelas mengikuti mobil ambulans dengan mencegat taksi.Sesampainya di rumah sakit, Kai ditutupi kain putih.Mereka tidak diijinkan masuk ke ruangan tempat Kai berada, hanya keluarga yang boleh masuk.
“Ayolah, baru saja kita membangun persahabatan kita harus kehilangan salah satu dari kita?”Chanyeol mendesah di tengah tangisannya. “Aku ….”
Kyungsoo memeluk Chanyeol, “Hyung, akankah kita tegar menerimanya?”
Chanyeol mendekap Kyungsoo.
“Hyung, aku menyayangi Kai.”
***
Seminggu kemudian ….
“Yap, kita menang,” Suho mematikan laptopnya setelah membuka website SM. Reaksinya biasa saja saat tahu grup mereka berada di peringkat pertama audisi itu.
Reaksi teman-temannya juga biasa. Tidak heboh. Mereka masih merasa kehilangan.
“Jadi kita akan menjadi artis baru SM setelah menjalani training?”Sehun bersandar ke dinding.“Tidak bermakna sama sekali bila Kai tidak ada.”
Mereka semua terdiam.
“Kita tidak boleh terlalu lama bersedih,” Baekhyun angkat bicara. “Ayo kita nyanyikan … apa ya?”
Teman-temannya tidak menanggapi.
“Hei, janganlah terus bersedih!” seru Baekhyun.
“Baiklah, kurasa aku tahu lagu apa yang ingin kunyanyikan,”Kyungsoo berdehem sejenak.“Lagu ini kudedikasikan pada Kai.”
Suasana sunyi.
Jogeuman nalgaetjit neol hyanghan ikkeullim naege ttaraora sonjitan geot gataseo
“Don’t Go? Aku mengerti,” angguk Chen.
Chanyeol menyahut.
Aejeolhan nunbitgwa mueonui iyagi gaseume hoeoriga morachideon geunal bam
Sehun ikut.
Omyohan geudaeui moseube neogseul noko hanappunin yeonghoneul ppaetgigo
Giliran Suho.
Geudaeui monjise wanjeonhi chwihaeseo sun swineun geotjocha ijeobeorin nainde
Baekhyun.
Walcheucheoreon sappunhi anja nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georummada neol ttaragajanha
Mereka bernyanyi bersama.
Nal annaehaejwo
Yeah, geudago salgo inneun gose nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi
Oh, wo ho ho ….
Oh yeah … wo ho ho … yeah … wo ho ho ….
Eodiseo wanneunji eodiro geneunji chinjeolhi yeogikkaji majungeul wajun neo
Gapareun oreumak kkakkajin jeolbyeokdo geokjeongma mueotdo duryeoul geosi eobseuni
Neoneun ppomnae uahan jatae
Oh! Nan myeot beonigo banhago
Sarangeun ireohke nado moreuge
Yegodo eobsi bulsie chajawa
Walcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha oh no
Nal annaehajwo
Yeah geudaega salgi inneun gose nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkeuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi
Natseon goseul hemaenda haedo gireul irheobeorindaedo nuguboda soljikhan naui mameul ttareulgeoya
Kyungsoo membeku. Seharusnya baris itu bagiannya bernyanyi, tetapi ia tidak sedang bernyanyi. Anehnya ada suara yang menyanyikan bagian itu.Teman-temannya juga tidak membuka mulut.
Tiba-tiba pintu ruangan diketuk.Chanyeol berdiri dan membuka pintu itu. Langsung saja ia menjerit dan menutup pintu itu lagi. Wajahnya seketika pucat.
“Ada apa, Chanyeol?” tanya Baekhyun bingung.
Chanyeol mengatur napasnya, sebelum akhirnya menjawab, “Hantu!” Setelah itu ia segera bersembunyi.
“Hantu?Apa maksudnya?”Chen mendekati pintu dan membukanya.Ia juga melakukan hal yang sama dengan Chanyeol. Pintu ditutupnya dengan kilat dan kakinya secepat mungkin membawanya bersembunyi.
Sedetik kemudian, mereka berteriak, menjerit, memekik, dan segalanya.Mereka berlarian ke sana-kemari seperti gerombolan semut di piring yang kita pukul piringnya.Mereka bersembunyi, padahal sebagian besar dari mereka tidak tahu siapa di balik pintu itu.
Pintu akhirnya terbuka sendiri. Seseorang muncul di sana, Kai.
“Hei, apa yang sedang kalian lakukan? Kalian ingin bermain petak umpat? Baiklah, aku yang jaga sekarang!” Kai menangkupkan tangannya di wajah.“Sudah bersembunyi semua? Siap atau tidak aku datang!”
Kai membuka seluruh sudut ruangan. Sementara itu teman-temannya bersembunyi dengan takut-takut, tak berkutik sama sekali.
Ketika Kai membongkar tempat persembunyian Kyungsoo, Kyungsoo berteriak dan melempari Kai dengan benda-benda yang ditemukannya. Kai kaget dan berusaha menghindar.
“Kyungsoo? Apa yang kamu lakukan?”
“Hantu! Pergi sana, pergi! Jangan ganggu kami!” Kyungsoo tak berhenti melempari Kai.
“Hantu?” Kai seperti teringat sesuatu. “Oh, Kyungsoo, sadarlah! Aku Kai, Kim Jong In. Bukan si Jong In yang kecelakaan itu!”
Kyungsoo terhenyak. Teman-teman lainya hanya menganga.
“Kai, Kim Jong In. Kim-Jong-In. Yang kecelakaan itu namanya Jong-In, bukan  Kim-Jong-In,” Kai mempertegas ucapannya.
Kyungsoo masih tak percaya.
“Maaf saat itu aku pergi tanpa ijin. Setelah keluar dari gedung SM, aku ditelepon ibuku yang telah menjemputku di sana, bahwa kami punya urusan keluar kota untuk seminggu ke depan,” jelas Kai. “Aku sangat buru-buru, sehingga lupa memberitahu kalian. Maaf, ya.”
Tidak ada sahutan.
Kyungsoo langsung berlari memeluk Kai, “Kukira kamu sudah mati.”
Kai tersenyum kecil, lalu balik memeluk Kyungsoo.
Satu per satu teman-temannya keluar dari tempat persembunyian. Betapa leganya mereka, bukan Kai yang tewas saat itu, tetapi Kai yang lain.
Pada saat itu, salju pertama turun di Korea Selatan.
Membuka lembaran baru kisah perjalanan mereka.
Tentu saja, cerita ini tidak berhenti sampai di sini saja.

***
[Tamat?]
By : AnTa (Annisa and Shinta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar