Title : First Snow
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast : All EXO's members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Friendship, school life
***
Kesebelas
namja itu bergegas turun dari bus dan mendekati tempat kecelakaan itu. Mobil
itu menindasnya, ya, menindasnya. Tragis sekali.
Beberapa
menit kemudian polisi datang, disertai ambulans di belakangnya. Mobil itu
benar-benar rusak. Bentuknya bisa dibilang bukan mobil gara-gara kerusakannya.
Pengendara mobil itu tewas di tempat, dan langsung dibawa ambulans ke rumah
sakit. Rongsokan mobil disingkirkan, dan sosok Kai ….
Kyungsoo
langsung berlari dan menangis. Ia tak sanggup melihatnya. Chanyeol menutup
wajahnya dengan kedua tangan. Baekhyun membelalak, tidak percaya. Suho hanya
melongo, dan perlahan dirasakannya pipinya basah. Benar-benar tidak disangka.
Baru saja mereka menyelesaikan audisi yang belum diketahui hasilnya, dan salah
satu anggota mereka tewas. Tidakkah itu terasa seperti ditusuk seribu jarum?
Tangis
tak terhindarkan. Polisi menjauhkan mereka dari TKP. Kai diangkut ambulans, dan
hilang.
“Mobil
sedan berplat nomor 2387, pengendara bernama Choi Jong Soo. Diduga akibat minum
alkohol sehingga kesulitan mengendarai mobilnya. Korban bernama Jong In usia
…,” tim penyelidik datang dan menjelaskan segala hal yang ada di situ.
“Ternyata
memang Kai,” Chen manggut-manggut.Ia menarik napas, menghembuskannya. Lalu
perlahan air matanya keluar.
Mereka
bersebelas mengikuti mobil ambulans dengan mencegat taksi.Sesampainya di rumah
sakit, Kai ditutupi kain putih.Mereka tidak diijinkan masuk ke ruangan tempat Kai
berada, hanya keluarga yang boleh masuk.
“Ayolah,
baru saja kita membangun persahabatan kita harus kehilangan salah satu dari
kita?”Chanyeol mendesah di tengah tangisannya. “Aku ….”
Kyungsoo
memeluk Chanyeol, “Hyung, akankah kita tegar menerimanya?”
Chanyeol
mendekap Kyungsoo.
“Hyung,
aku menyayangi Kai.”
***
Seminggu
kemudian ….
“Yap,
kita menang,” Suho mematikan laptopnya setelah membuka website SM. Reaksinya biasa saja saat tahu grup mereka berada di
peringkat pertama audisi itu.
Reaksi
teman-temannya juga biasa. Tidak heboh. Mereka masih merasa kehilangan.
“Jadi
kita akan menjadi artis baru SM setelah menjalani training?”Sehun bersandar ke dinding.“Tidak bermakna sama sekali
bila Kai tidak ada.”
Mereka
semua terdiam.
“Kita
tidak boleh terlalu lama bersedih,” Baekhyun angkat bicara. “Ayo kita nyanyikan
… apa ya?”
Teman-temannya
tidak menanggapi.
“Hei,
janganlah terus bersedih!” seru Baekhyun.
“Baiklah,
kurasa aku tahu lagu apa yang ingin kunyanyikan,”Kyungsoo berdehem
sejenak.“Lagu ini kudedikasikan pada Kai.”
Suasana
sunyi.
Jogeuman nalgaetjit neol hyanghan
ikkeullim naege ttaraora sonjitan geot gataseo
“Don’t
Go? Aku mengerti,” angguk Chen.
Chanyeol
menyahut.
Aejeolhan nunbitgwa mueonui iyagi
gaseume hoeoriga morachideon geunal bam
Sehun
ikut.
Omyohan geudaeui moseube neogseul
noko hanappunin yeonghoneul ppaetgigo
Giliran
Suho.
Geudaeui monjise wanjeonhi
chwihaeseo sun swineun geotjocha ijeobeorin nainde
Baekhyun.
Walcheucheoreon sappunhi anja
nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georummada neol ttaragajanha
Mereka
bernyanyi bersama.
Nal annaehaejwo
Yeah, geudago salgo inneun gose
nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado
dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji
marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkuneun georeum geudaen
namanui areumdaun nabi
Oh, wo ho ho ….
Oh yeah … wo ho ho … yeah … wo ho
ho ….
Eodiseo wanneunji eodiro geneunji
chinjeolhi yeogikkaji majungeul wajun neo
Gapareun oreumak kkakkajin
jeolbyeokdo geokjeongma mueotdo duryeoul geosi eobseuni
Neoneun ppomnae uahan jatae
Oh! Nan myeot beonigo banhago
Sarangeun ireohke nado moreuge
Yegodo eobsi bulsie chajawa
Walcheucheoreom sappunhi anja
nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha oh no
Nal annaehajwo
Yeah geudaega salgi inneun gose
nado hamkke deryeogajwo
Oh, sesangui kkeuchirado
dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji
marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Kkumeul kkeuneun georeum geudaen
namanui areumdaun nabi
Natseon goseul hemaenda haedo
gireul irheobeorindaedo nuguboda soljikhan naui mameul ttareulgeoya
Kyungsoo
membeku. Seharusnya baris itu bagiannya bernyanyi, tetapi ia tidak sedang
bernyanyi. Anehnya ada suara yang menyanyikan bagian itu.Teman-temannya juga
tidak membuka mulut.
Tiba-tiba
pintu ruangan diketuk.Chanyeol berdiri dan membuka pintu itu. Langsung saja ia
menjerit dan menutup pintu itu lagi. Wajahnya seketika pucat.
“Ada
apa, Chanyeol?” tanya Baekhyun bingung.
Chanyeol
mengatur napasnya, sebelum akhirnya menjawab, “Hantu!” Setelah itu ia segera
bersembunyi.
“Hantu?Apa
maksudnya?”Chen mendekati pintu dan membukanya.Ia juga melakukan hal yang sama
dengan Chanyeol. Pintu ditutupnya dengan kilat dan kakinya secepat mungkin
membawanya bersembunyi.
Sedetik
kemudian, mereka berteriak, menjerit, memekik, dan segalanya.Mereka berlarian
ke sana-kemari seperti gerombolan semut di piring yang kita pukul
piringnya.Mereka bersembunyi, padahal sebagian besar dari mereka tidak tahu
siapa di balik pintu itu.
Pintu
akhirnya terbuka sendiri. Seseorang muncul di sana, Kai.
“Hei,
apa yang sedang kalian lakukan? Kalian ingin bermain petak umpat? Baiklah, aku
yang jaga sekarang!” Kai menangkupkan tangannya di wajah.“Sudah bersembunyi
semua? Siap atau tidak aku datang!”
Kai
membuka seluruh sudut ruangan. Sementara itu teman-temannya bersembunyi dengan
takut-takut, tak berkutik sama sekali.
Ketika
Kai membongkar tempat persembunyian Kyungsoo, Kyungsoo berteriak dan melempari
Kai dengan benda-benda yang ditemukannya. Kai kaget dan berusaha menghindar.
“Kyungsoo?
Apa yang kamu lakukan?”
“Hantu!
Pergi sana, pergi! Jangan ganggu kami!” Kyungsoo tak berhenti melempari Kai.
“Hantu?”
Kai seperti teringat sesuatu. “Oh, Kyungsoo, sadarlah! Aku Kai, Kim Jong In.
Bukan si Jong In yang kecelakaan itu!”
Kyungsoo
terhenyak. Teman-teman lainya hanya menganga.
“Kai,
Kim Jong In. Kim-Jong-In. Yang kecelakaan itu namanya Jong-In, bukan Kim-Jong-In,” Kai mempertegas ucapannya.
Kyungsoo
masih tak percaya.
“Maaf
saat itu aku pergi tanpa ijin. Setelah keluar dari gedung SM, aku ditelepon
ibuku yang telah menjemputku di sana, bahwa kami punya urusan keluar kota untuk
seminggu ke depan,” jelas Kai. “Aku sangat buru-buru, sehingga lupa memberitahu
kalian. Maaf, ya.”
Tidak
ada sahutan.
Kyungsoo
langsung berlari memeluk Kai, “Kukira kamu sudah mati.”
Kai
tersenyum kecil, lalu balik memeluk Kyungsoo.
Satu
per satu teman-temannya keluar dari tempat persembunyian. Betapa leganya
mereka, bukan Kai yang tewas saat itu, tetapi Kai yang lain.
Pada
saat itu, salju pertama turun di Korea Selatan.
Membuka
lembaran baru kisah perjalanan mereka.
Tentu
saja, cerita ini tidak berhenti sampai di sini saja.
***
[Tamat?]
By : AnTa (Annisa and Shinta)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar