Title : Mianhaeyo Oppa
Author : Is
(Isti)
Length : Oneshoot
Cast : Han
Bio Ka (OC), all EXO’s members, Yeon Seol Chan (OC), Kim Sei
Hi (OC), Park Shin Hye (OC)
Genre : Sad, romanceHi (OC), Park Shin Hye (OC)
***
“Mianhaeyo ....,” lirih seorang yeoja yang
menunduk untuk mengambil barang-barangnya yang berserakan di lantai.
“Oh ... mianhae ....,” jawab seorang namja
berbadan pendek dan berwajah lucu.
Yeoja itu hanya mengangguk dan pergi,
tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Berhenti noona,” tangan namja itu meraih
tangan yeoja yang pergi begitu saja, detik itupun terasa detakan di jantung
mereka.
“Siapa namamu?” namja itu sepertinya
penasaran akan yeoja yang sangat dingin padanya.
“Apa itu penting bagimu?” yeoja tersebut
hanya menarik tangannya dari tangan namja tersebut lalu pergi begitu
saja.
***
Pukul 05.00 waktu Seoul, Korea Selatan. Di
suatu bangunan yang cukup tinggi dan megah, yang di dalamnya terdapat artis
terkenal didikan SM Entertaiment.
“Hei, Chanyeol, Sehun, Luhan, dan D.O. ke
mana?” tanya namja tinggi, yang diketahui namanya adalah Kris.
“Mereka keluar,” salah satu dari
sekumpulan namja itu menyahut.
“Lalu Baekhyun?” Kris bertanya dengan nada
pelan dan mengangkat salah satu alisnya.
“Aku dari tadi siang tak melihatnya,”
jawab namja bermata hitam dan berambut pirang itu.
“Ke mana dia? Aku akan menelpon Chanyeol
untuk mencarinya.”
Kris mengeluarkan handphone-nya
dan segera menekan salah satu nomor telepon member EXO Chanyeol.
“Annyeong.”
“Annyeong, ada apa Kris-hyung??”
“Tolong cari Baekhyun.”
“Apakah dari tadi dia belum pulang?”
“Belum.”
“Ok ok, aku akan mencarinya.”
“Gomawo.”
“Ne.”
Kris menutup teleponnya. Chanyeol pun
khawatir akan keadaan Baekhyun.
“Dimana dia sekarang?” gumam hati semua
member.
***
Di suatu taman yang indah ada seorang
namja duduk di kursi taman, dia memegangi sesuatu yang dia temukan setelah
menabrak seorang yeoja tadi siang. Sepertinya dia sedang bersedih.
“Hari ini aku sangat sial. Di dorm, mereka
tak pedulikanku begitu juga Chanyeol yang sekarang sedang keluar dengan member
lain, dan tadi ada seorang yeoja aneh yang menabrakku dan dia sangat dingin,”
gumamnya dalam hati. Tiba-tiba teleponya bergetar.
Baby don’t cry tonight
eodumi geochigo namyeon
Baby don’t cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Baby don’t cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Dia membuka handphone-nya dan
ternyata itu telepon dari Chanyeol.
“Chanyeol meneleponku?” gumamnya dengan
rasa kecewa.
“Annyeong ada apa? Jika kau mencariku aku
akan segera pulang. Jadi kau tak perlu mencariku,” dengan cepat dia menutup
teleponnya, dia mengatakan semua itu dengan nada kesal.
Chanyeol yang belum sempat bicara di
teleponpun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia hanya dapat bergumam
dalam hati, “Dia pasti marah, dasar baby smurf!”
Namja yang duduk itu segera bangkit dan
melangkah pergi.
***
“Siapa namja tadi, kenapa satu hari ini
aku selalu terpikirkan kejadian tadi, ada apa dengan semua ini? Kenapa sosoknya
selalu terbayang di benakku?”
“Ini sudah jam setengah enam sebaiknya aku
sholat,” yeoja itu beragama Islam dan dikenal namanya adalah Han Bio Ka dengan
panggilan Bio-ssi. Dia adalah salah satu mahasiswa di Konkuk University yang
belajar di bidang arts dan dia bekerja di salah satu
perusahaan film Korea.
Setelah dia selesai sholat dia segera
menengok jam.
“Ini masih jam enam, aku akan pergi
jalan-jalan keluar sebentar mungkin bisa membuatku mengurangi beban
hidupku,” dia segera ganti baju dan keluar dari apartemen.
Bio bingung akan pergi kemana dia hanya
berjalan dan tiba-tiba dia berhenti di suatu tempat yang menjual lampu-lampu
cantik. Dia melihat seorang namja yang sepertinya pernah bertemu dengannya,
namja itu juga sedang melihat-lihat lampu lampion indah. Bio tak ingin
mendekatinya dia hanya berusaha untuk tidak mengetahuinya.
“Auw ....,” punggung Bio bertabrakan
dengan seseorang.
“Mianhae,” suara orang yang menabraknya.
Bio sepertinya mengenal suara ini, dia
mencoba mengingat lebih tajam.
“Ya suara ini, orang yang tadi menabrakku
di supermarket,” hatinya berkata lebih dalam. Dia ingat semuanya dan mencoba
membalikkan badan. Ternyata namja itu pun ikut membalikkan badannya.
Mata mereka tertarik akan suatu garis.
Mereka sangat gugup dan namja itupun berkata, “Kau, yang tadi itu kan?”
“Oh iya, maafkan aku.”
“Aku juga minta maaf, aku Baekhyun,” namja
itu mengulurkan tangannya.
“Aku Bio, permisi,” Bio tak merespon
uluran tangan Baekhyun, dia langsung meninggalkan Baekhyun.
Baekhyun memandangi tangannya dan segera
berlari mengejar Bio.
“Bio-ah tunggu aku! Kenapa kau sangat
dingin? Kumohon berhentilah!”
Bio mendengar suara itu, dan dia
menghentikan langkahnya. Dia tak menengok ke arah Baekhyun, dia hanya
terdiam. Baekhyun berhenti di samping Bio napasnya terengah-engah.
“Kenapa kau bersikap seperti itu?” tanya
Baekhyun sembari menarik tangan Bio.
“Kau dan aku baru saja kenal tapi
tingkahmu membuatku benci padamu, lepaskan tanganku!”
“Aku akan lepaskan tanganmu, tapi kau
harus berjanji tak lari dariku, aku hanya ingin berteman denganmu, apa aku
salah?”
“Kau tak pernah salah Baekhyun-oppa,” Bio
menunduk.
“Apa kau mau berteman denganku?”
“Ne, kenapa tidak?”
“Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”
“Ya.”
“Oh iya, apakah ini milikmu?” Baekhyun
menyerahkan liontin indah pada Bio.
“Ya ini milikku, kenapa ada padamu?”
meraih liontin dari tangan Baekhyun.
“Kejadian tadi siang,” jawabannya sangat simple.
“Oh.”
Mereka berteman sangat akrab, dengan waktu
yang sangat singkat. Tapi secepat waktu itupun benih cinta tumbuh di hati
mereka.
***
Di suatu hari Baekhyun mengajak Bio pergi
ke dormnya dan memperkenalkan Bio kepada member-member EXO lainya.
“Annyeong haseyo, Han Bio Ka himnida,” Bio
memperkenalkan diri. Tatapannya tertuju pada satu namja, dan itu bukan Baekhyun
melainkan Chen.
“Annyeong haseyo,” jawab semua member tapi
tidak dengan Chen yang dari tadi hanya terdiam.
“Kau kenapa, Chen?” bisik Chanyeol yang
ada di sebelah namja dengan nama asli Jong Dae.
“Emm ... tak apa. Aku lapar apakah kita
nanti akan keluar mencari makan?” Chen mengalihkan pembicaraan.
“Oh iya, kita nanti akan keluar bersama
Bio,” Chanyeol tersenyum lebar.
Bio merasa ada yang aneh, apakah malam ini
dia sendiri yang perempuan? Dia bertanya pada Baekhyun.
“Apakah aku boleh mengajak seseorang?”
“Boleh.”
“Aku ingin mengajak temanku.”
“Oh oke,” Baekhyun melempar senyum
indahnya ke Bio, lalu pergi menuju teman-temannya.
Bio segera mengirim pesan ke sahabatnya
yaitu Sei hi, Seol Chan, dan Shin Hye.
“Hai teman-teman, cepat datang ke alamat
yang aku kirimkan ke kalian. Kutunggu secepatnya..”
Teman-teman Bio segera bergegas pergi
untuk memenuhi permintaan sahabatnya tersebut. Bio dan member EXO bermain-main.
Tak lama bel pintu berbunyi.
Ting tung ting tung
Baekhyun bergegas pergi membuka pintu
tetapi tangan Bio memegang tangannya, “Biar aku saja.” Bio tersenyum pada
Baekhyun. Baekhyun pun terlena dengan senyum itu dan kembali duduk.
“Kalian akhirnya datang, em ... aku
rindu sekali pada kalian.” Keempat sahabat itu berpelukan, dan akhirnya masuk
ke ruangan yang di tempati EXO.
“Perkenalkan mereka sahabat-sahabatku yang
paling muda adalah Sei Hi, yang paling tua adalah Seol Chan, dan yang paling
cantik Shin Hye.”
“Oke, semua sudah mengenalnya dan sekarang
kita keluar.”
“Come on,” seru Kris.
Rencananya mereka akan pergi makan, mereka
berjalan untuk menemukan restoran yang cocok untuk mereka kunjungi. Hingga
saatnya mereka menemukan restoran yang sangat cocok.
“Di sini saja,” Chanyeol menunjuk restoran
tersebut.
“Wah ... sangat bagus,” Tao yang doyan
makanpun sangat suka dengan restoran tersebut.
Saat ingin masuk ke restoran tersebut
Baekhyun meraih tangan Bio dan menggandengnya hingga menuju meja untuk mereka
makan. Bio hanya terdiam, dia bukan tipe yeoja yang selalu memperhatikan orang
lain. Dia seorang yeoja yang pemalu. Di balik aksi romantis Baekhyun dan Bio
ada seorang yeoja dan namja yang selalu mengamati gerak-gerik mereka yaitu Seol
Chan dan Chen. Mereka berdua memang terlihat memendam cinta kepada pasangan
itu. Chen terlihat menyukai Bio sedangkan Seol Chan menyukai Baekhyun. Bio
tersadar bahwa Chen dan Seol Chan mengamati mereka dengan pandangan mata yang
berbeda. Bio segera melepas gandengan Baekhyun. Tapi sama saja tempat duduk Bio
ada di samping Baekhyun.
“Bio kau mau makan apa?”
“Kau saja yang pilih Baekhyun, asalkan
jangan daging babi.”
“Oke.”
Ternyata adegan mesrapun tak berhenti, di
saat makanan sudah siap Baekhyun menawarkan makanan kepada Bio dan Baekhyun
menyuapkan makanan ke mulut Bio. Semua member EXO berkata envy di
hati mereka masing-masing, begitu juga dengan Chen dan Seol Chan.
“Kenapa kalian begitu dekat,” hati mereka
berdua memendam kata tersebut.
“Hei, Baekhyun apakah kalian sudah
berpacaran?” Tao yang iri melihat semua itu menceploskan sebuah pertanyaan yang
membuat Baekhyun gugup.
“Emm ... be ... belum.”
“Tapi kenapa kalian sangat mesra?” Kris
ikut menyambung pertanyaan Tao.
“Oh ya? Aku tak merasa seperti itu,”
Baekhyun membela diri.
“Ehem,” semua member berakting seperti
batuk.
Bio tak dapat berkata apapun, dia hanya memandang
mata Seol Chan dan Chen.
“Seharusnya aku tak mengajak mereka tadi,
semua ini membuat Seol Chan sakit. Mianhaeyo eonni,” sesal Bio dalam hati.
Acara makan malam selesai. Mereka pulang
dengan kendaraan yang berbeda. Bio ingin pulang naik taksi sendiri tanpa harus
diantar Baekhyun. Karena dia tak mau merepotkanya lagi.
“Baekhyun, aku ingin pulang naik taksi.”
“Apakah kau tak ingin kuantarkan?”
“Aku tak ingin merepotkanmu, gomawo.”
Taksi pun lewat, Bio menaiki taksi
tersebut.
“Sifatmu sangat meragukanku Bio,” Baekhyun
berkata dalam hati. Dia menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan bagaimana
perasaanya terhadap Bio. Tapi waktu tak selalu tepat.
***
Hari yang cerah, memberikan pagi yang
indah untuk Bio. Dia bangun dari tidurnya dan mendapati suara dari teleponnya.
Ternyata ada yang mengirim pesan, itu adalah Baekhyun.
“Bio, aku akan mengajakmu makan malam
nanti aku akan menjemputmu. Kuharap kau mau, jika kau mau balas ya dengan
cepat.”
“Hmm, dia sangat menyebalkan,” gumam Bio.
“Baekhyun apakah hari ini seperti hari
kemarin?” pesan yang dikirim Bio untuk Baekhyun. Dan pesan itu dengan cepat
sampai ke Baekhyun.
“Tidak hari ini hanya kita berdua,”
Baekhyun sangat mengharapkan semua itu.
“Apakah aku harus berkata iya?” Bio
mengirimkan pesan yang membuat Baekhyun semakin penasaran.
“Iya Bio-ssi,” Baekhyun memanggil Bio
dengan indahnya.
“Oke,” jawaban yang ditunggu Baekhyunpun
telah dikatakan Bio.
Malamnya Baekhyun menjemput Bio di
apartemennya. Bio memang sudah siap untuk keluar dengan Baekhyun. Dia berdandan
sangat simpel dengan rambutnya yang panjang, dan baju yang sangat sederhana
pula.
“Ayo Bio-ssi!”
“Iya.”
Mereka pergi ke suatu taman yang sangat
indah.
“Kenapa kau mengajakku kemari? Bukannya
kau ingin mengajakku makan malam?”
“Iya tapi aku punya yang lebih istimewa
untukmu.”
Keadaan dingin mulai menyapu hati mereka.
“Bio-ssi, aku mencintaimu maukah kau
menjadi seseorang yang akan memberikan coretan indah di hidupku?”
Bio tak mampu berucap, tiba-tiba di
benaknya muncul nama Seol Chan dan Chen. Akhirnya dia mulai berkata-kata.
“Baekhyun-ah ingatkah kau waktu itu, kau
hanya akan menganggapku teman. Dan perlu kau ketahui telah lama aku
mencintai Jong Dae,” air mata Bio meluap dari matanya.
“Lalu selama ini yang kita lalui apa?”
Baekhyun menahan air mata yang ingin jatuh dari matanya.
Bio tahu bahwa sahabatnya Seol Chan sangat
mencintai Baekhyun, dia akan sangat berdosa jika dirinya dan Baekhyun
menyatukan cintanya. Dia akan membuat sahabatnya semakin sakit. Dan dia lebih
memilih tersakiti. Kata-kata yang diucapkannya tadi sangat melukai hatinya. Dia
takkan bisa mencintai orang lain kecuali Baekhyun. Tapi itulah yang terbaik
dalam hidupnya, mungkin dia akan menemukan jalan yang indah saat dia membuka
hatinya untuk orang lain yaitu Jong Dae.
“Mianhae, Baekhyun oppa.”
“Kenapa kau berbuat seperti itu, Bio?”
Baekhyun kecewa akan sikap Bio.
Tapi Baekhyun meraih Bio dan memeluknya,
Bio menangis di pelukan Baekhyun. Dia sangat sakit. Tapi tak lama Bio
terbangun dari pelukan Baekhyun di langsung berlari dengan kencang, dia
meneteskan air matanya di setiap langkahnya.
“Maafkan aku Baek, aku lebih memilih
kebahagiaan sahabatku, aku tak ingin bahagia di atas penderitaannya, aku sangat
menyayanginya, walaupun nantinya aku harus mencintai orang lain tanpa cinta dan
kebahagian aku rela.”
Kata hatinya membuatnya tegar, dia tak
merasakan apapun yang di lewatinya dan di saat dia melewati suatu jalan yang
ramai dia tak menghiraukan situasi. Mobil merah itu melaju kencang kearah Bio.
Dan tabrakan pun tak terhindarkan seketika Bio tak sadarkan diri, darah keluar
dari kepala dan hidungnya. Mobil ambulan melaju cepat dan segera mengangkut
Bio. Setibanya di rumah sakit petugas medis dengan cepat menjalankan misinya
wajah Bio sangat pucat. Dokter takut tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Tapi
hidayah Allah menyelamatkanya, meskipun keadaanya masih kritis dan dia harus
dirawat di rumah sakit.
***
Beberapa hari Bio tak kunjung sadar, di
samping Bio sudah ada tiga sahabatnya, dan semua member EXO. Tangan Bio kali
ini di genggam oleh Chen. Karena Baekhyun menghindari kedekatannya terhadap
Bio, tapi dalam hati yang paling dalam Baekhyun dia masih mencintai sosok Bio,
dia sangat terpukul akan kejadian yang menimpa Bio. Tiba-tiba tangan Bio
bergerak, Chen tersentak kaget dia sangat bersyukur dan tenyata dia mencium
tangan Bio. Semua yang ada disamping Bio kaget dengan tingkah Chen begitu juga
Baekhyun dia terpukul akan semua itu.
“Bio,” Chen memanggil Bio dengan nada
kalem.
Bio hanya membalas panggilan Chen dengan
senyuman polosnya.
“Seol Chan,” panggil Bio pada salah satu
sahabatnya.
“Tolong gantikan aku di hati Baekhyun,”
permintaan Bio membuat Baekhyundan Seol Chan kaget. Seol Chan pun meneteskan
air mata dia tak kuasa melihat semua ini. Kesetiaan sahabatnya sangat luar biasa.
“Tidak sahabatku, kau yang pantas
denganya, dia sangat mencintaimu begitu pula dirimu. Tolong jangan lakukan ini
dongsaeng,” dengan air mata yang tak terbendung lagi di mata Seol Chan.
Semua orang meneteskan air mata. Semua
orang menyaksikan begitu hebat arti persahabatan.
“Tidak, aku tak pantas untuknya.
Berjanjilah untuk saling mencintai. Jong Dae, aku minta maaf padamu,” Bio
sangat rela melepas semuanya.
“Ya Bio, aku juga minta maaf padamu,” Chen
mengusap tangan Bio.
Bio meraih tangan Seol Chan dan Baekhyun,
dia meminta mereka menjadi pasangan yang utuh.
“Disana aku akan bahagia melihat kalian
bersama, di tempat yang indah, aku minta untuk kalian tidak meneteskan air
mata. Karena semua itu akan membuatku semakin sakit.”
“Selamat tinggal,” tiba-tiba mata Bio
tertutup, jantungnya tak berdetak lagi.
Tiga sahabatnya memeluknya dengan air mata
di pipi mereka. Baekhyun pergi keluar kamar, dan dia menangis. Baekhyun tak
mengharapakan hal ini terjadi pada gadis yang begitu dia cintai.
“Apakah aku harus membuka hatiku untuk
orang lain?”
“Bio apakah aku harus melupakanmu? Kenapa
kau membuatku sakit Bio? Kenapa?”
Baekhyun tak mampu berbuat apapun. Begitu
juga Chen dia memegang tangan Bio dan meneteskan air matanya di tangan Bio.
***
Dua tahun kemudian.
Baekhyun dan Seol Chan sudah merangkai
benih cinta. Dan mereka berjanji kepada Bio untuk menepati janjinya. Semuanya
menjadi lebih baik meskipun di jiwa Baekhyun masih ada cinta untuk Bio.
Baekhyun meyakini bahwa Bio akan selalu untuknya.
***
By : Is (Isti)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar