About

Senin, 26 Mei 2014

Mianhaeyo Oppa

Title    : Mianhaeyo Oppa
Author : Is (Isti)
Length : Oneshoot
Cast     : Han Bio Ka (OC), all EXO’s members, Yeon Seol Chan (OC), Kim Sei
Hi (OC), Park Shin Hye (OC)
Genre   : Sad, romance
***
“Mianhaeyo ....,” lirih seorang yeoja yang menunduk untuk mengambil barang-barangnya yang berserakan di lantai.
“Oh ... mianhae ....,” jawab seorang namja berbadan pendek dan berwajah lucu.
Yeoja itu hanya mengangguk dan pergi, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Berhenti noona,” tangan namja itu meraih tangan yeoja yang pergi begitu saja, detik itupun terasa detakan di jantung mereka.

“Siapa namamu?” namja itu sepertinya penasaran akan yeoja yang sangat dingin padanya.
“Apa itu penting bagimu?” yeoja tersebut hanya menarik tangannya dari tangan namja tersebut  lalu pergi begitu saja.
***
Pukul 05.00 waktu Seoul, Korea Selatan. Di suatu bangunan yang cukup tinggi dan megah, yang di dalamnya terdapat artis terkenal didikan SM Entertaiment.
“Hei, Chanyeol, Sehun, Luhan, dan D.O. ke mana?” tanya namja tinggi, yang diketahui namanya adalah Kris.
“Mereka keluar,” salah satu dari sekumpulan namja itu menyahut.
“Lalu Baekhyun?” Kris bertanya dengan nada pelan dan mengangkat salah satu alisnya.
“Aku dari tadi siang tak melihatnya,” jawab namja bermata hitam dan berambut pirang itu.
“Ke mana dia? Aku akan menelpon Chanyeol untuk mencarinya.”
Kris mengeluarkan handphone-nya dan segera menekan salah satu nomor telepon member EXO Chanyeol.
“Annyeong.”
“Annyeong, ada apa Kris-hyung??”
“Tolong cari Baekhyun.”
“Apakah dari tadi dia belum pulang?”
“Belum.”
“Ok ok, aku akan mencarinya.”
“Gomawo.”
“Ne.”
Kris menutup teleponnya. Chanyeol pun khawatir akan keadaan Baekhyun.
“Dimana dia sekarang?” gumam hati semua member.
***
Di suatu taman yang indah ada seorang namja duduk di kursi taman, dia memegangi sesuatu yang dia temukan setelah menabrak seorang yeoja tadi siang. Sepertinya dia sedang bersedih.
“Hari ini aku sangat sial. Di dorm, mereka tak pedulikanku begitu juga Chanyeol yang sekarang sedang keluar dengan member lain, dan tadi ada seorang yeoja aneh yang menabrakku dan dia sangat dingin,” gumamnya dalam hati. Tiba-tiba teleponya bergetar.
Baby don’t cry tonight eodumi geochigo namyeon
Baby don’t cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Dia membuka handphone-nya dan ternyata itu telepon dari Chanyeol.
“Chanyeol meneleponku?” gumamnya dengan rasa kecewa.
“Annyeong ada apa? Jika kau mencariku aku akan segera pulang. Jadi kau tak perlu mencariku,” dengan cepat dia menutup teleponnya, dia mengatakan semua itu dengan nada kesal.
Chanyeol yang belum sempat bicara di teleponpun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia hanya dapat bergumam dalam hati, “Dia pasti marah, dasar baby smurf!”
Namja yang duduk itu segera bangkit dan melangkah pergi.
***
“Siapa namja tadi, kenapa satu hari ini aku selalu terpikirkan kejadian tadi, ada apa dengan semua ini? Kenapa sosoknya selalu terbayang di benakku?”
“Ini sudah jam setengah enam sebaiknya aku sholat,” yeoja itu beragama Islam dan dikenal namanya adalah Han Bio Ka dengan panggilan Bio-ssi. Dia adalah salah satu mahasiswa di Konkuk University yang belajar di bidang arts dan dia bekerja di salah satu perusahaan film Korea.
Setelah dia selesai sholat dia segera menengok jam.
“Ini masih jam enam, aku akan pergi jalan-jalan keluar sebentar mungkin  bisa membuatku mengurangi beban hidupku,” dia segera ganti baju dan keluar dari apartemen.
Bio bingung akan pergi kemana dia hanya berjalan dan tiba-tiba dia berhenti di suatu tempat yang menjual lampu-lampu cantik. Dia melihat seorang namja yang sepertinya pernah bertemu dengannya, namja itu juga sedang melihat-lihat lampu lampion indah. Bio tak ingin mendekatinya dia hanya berusaha untuk tidak mengetahuinya.
“Auw ....,” punggung Bio bertabrakan dengan seseorang.
“Mianhae,” suara orang yang menabraknya.
Bio sepertinya mengenal suara ini, dia mencoba mengingat lebih tajam.
“Ya suara ini, orang yang tadi menabrakku di supermarket,” hatinya berkata lebih dalam. Dia ingat semuanya dan mencoba membalikkan badan. Ternyata namja itu pun ikut membalikkan badannya.
Mata mereka tertarik akan suatu garis. Mereka sangat gugup dan namja itupun berkata, “Kau, yang tadi itu kan?”
“Oh iya, maafkan aku.”
“Aku juga minta maaf, aku Baekhyun,” namja itu mengulurkan tangannya.
“Aku Bio, permisi,” Bio tak merespon uluran tangan Baekhyun, dia langsung meninggalkan Baekhyun.
Baekhyun memandangi tangannya dan segera berlari mengejar Bio.
“Bio-ah tunggu aku! Kenapa kau sangat dingin? Kumohon berhentilah!”
Bio mendengar suara itu, dan dia menghentikan langkahnya. Dia tak menengok ke arah Baekhyun, dia hanya terdiam. Baekhyun berhenti di samping Bio napasnya terengah-engah.
“Kenapa kau bersikap seperti itu?” tanya Baekhyun sembari menarik tangan Bio.
“Kau dan aku baru saja kenal tapi tingkahmu membuatku benci padamu, lepaskan tanganku!”
“Aku akan lepaskan tanganmu, tapi kau harus berjanji tak lari dariku, aku hanya ingin berteman denganmu, apa aku salah?”
“Kau tak pernah salah Baekhyun-oppa,” Bio menunduk.
“Apa kau mau berteman denganku?”
“Ne, kenapa tidak?”
“Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”
“Ya.”
“Oh iya, apakah ini milikmu?” Baekhyun menyerahkan liontin indah pada Bio.
“Ya ini milikku, kenapa ada padamu?” meraih liontin dari tangan Baekhyun.
“Kejadian tadi siang,” jawabannya sangat simple.
“Oh.”
Mereka berteman sangat akrab, dengan waktu yang sangat singkat. Tapi secepat waktu itupun benih cinta tumbuh di hati mereka.
***
Di suatu hari Baekhyun mengajak Bio pergi ke dormnya dan memperkenalkan Bio kepada member-member EXO lainya.
“Annyeong haseyo, Han Bio Ka himnida,” Bio memperkenalkan diri. Tatapannya tertuju pada satu namja, dan itu bukan Baekhyun melainkan Chen.
“Annyeong haseyo,” jawab semua member tapi tidak dengan Chen yang dari tadi hanya terdiam.
“Kau kenapa, Chen?” bisik Chanyeol yang ada di sebelah namja dengan nama asli Jong Dae.
“Emm ... tak apa. Aku lapar apakah kita nanti akan keluar mencari makan?” Chen mengalihkan pembicaraan.
“Oh iya, kita nanti akan keluar bersama Bio,” Chanyeol tersenyum lebar.
Bio merasa ada yang aneh, apakah malam ini dia sendiri yang perempuan? Dia bertanya pada Baekhyun.
“Apakah aku boleh mengajak seseorang?”
“Boleh.”
“Aku ingin mengajak temanku.”
“Oh oke,” Baekhyun melempar senyum indahnya ke Bio, lalu pergi menuju teman-temannya.
Bio segera mengirim pesan ke sahabatnya yaitu Sei hi, Seol Chan, dan Shin Hye.
“Hai teman-teman, cepat datang ke alamat yang aku kirimkan ke kalian. Kutunggu secepatnya..”
Teman-teman Bio segera bergegas pergi untuk memenuhi permintaan sahabatnya tersebut. Bio dan member EXO bermain-main. Tak lama bel pintu berbunyi.
Ting tung ting tung
Baekhyun bergegas pergi membuka pintu tetapi tangan Bio memegang tangannya, “Biar aku saja.” Bio tersenyum pada Baekhyun. Baekhyun pun terlena dengan senyum itu dan kembali duduk.
“Kalian akhirnya datang, em ... aku  rindu sekali pada kalian.” Keempat sahabat itu berpelukan, dan akhirnya masuk ke ruangan yang di tempati EXO.
“Perkenalkan mereka sahabat-sahabatku yang paling muda adalah Sei Hi, yang paling tua adalah Seol Chan, dan yang paling cantik Shin Hye.”
“Oke, semua sudah mengenalnya dan sekarang kita keluar.”
Come on,” seru Kris.
Rencananya mereka akan pergi makan, mereka berjalan untuk menemukan restoran yang cocok untuk mereka kunjungi. Hingga saatnya mereka menemukan restoran yang sangat cocok.
“Di sini saja,” Chanyeol menunjuk restoran tersebut.
“Wah ... sangat bagus,” Tao yang doyan makanpun sangat suka dengan restoran tersebut.
Saat ingin masuk ke restoran tersebut Baekhyun meraih tangan Bio dan menggandengnya hingga menuju meja untuk mereka makan. Bio hanya terdiam, dia bukan tipe yeoja yang selalu memperhatikan orang lain. Dia seorang yeoja yang pemalu. Di balik aksi romantis Baekhyun dan Bio ada seorang yeoja dan namja yang selalu mengamati gerak-gerik mereka yaitu Seol Chan dan Chen. Mereka berdua memang terlihat memendam cinta kepada pasangan itu. Chen terlihat menyukai Bio sedangkan Seol Chan menyukai Baekhyun. Bio tersadar bahwa Chen dan Seol Chan mengamati mereka dengan pandangan mata yang berbeda. Bio segera melepas gandengan Baekhyun. Tapi sama saja tempat duduk Bio ada di samping Baekhyun.
“Bio kau mau makan apa?”
“Kau saja yang pilih Baekhyun, asalkan jangan daging babi.”
“Oke.”
Ternyata adegan mesrapun tak berhenti, di saat makanan sudah siap Baekhyun menawarkan makanan kepada Bio dan Baekhyun menyuapkan makanan ke mulut Bio. Semua member EXO berkata envy di hati mereka masing-masing, begitu juga dengan Chen dan Seol Chan.
“Kenapa kalian begitu dekat,” hati mereka berdua memendam kata tersebut.
“Hei, Baekhyun apakah kalian sudah berpacaran?” Tao yang iri melihat semua itu menceploskan sebuah pertanyaan yang membuat Baekhyun gugup.
“Emm ... be ... belum.”
“Tapi kenapa kalian sangat mesra?” Kris ikut menyambung pertanyaan Tao.
“Oh ya? Aku tak merasa seperti itu,” Baekhyun membela diri.
“Ehem,” semua member berakting seperti batuk.
Bio tak dapat berkata apapun, dia hanya memandang mata Seol Chan dan Chen.
“Seharusnya aku tak mengajak mereka tadi, semua ini membuat Seol Chan sakit. Mianhaeyo eonni,” sesal Bio dalam hati.
Acara makan malam selesai. Mereka pulang dengan kendaraan yang berbeda. Bio ingin pulang naik taksi sendiri tanpa harus diantar Baekhyun. Karena dia tak mau merepotkanya lagi.
“Baekhyun, aku ingin pulang naik taksi.”
“Apakah kau tak ingin kuantarkan?”
“Aku tak ingin merepotkanmu, gomawo.”
Taksi pun lewat, Bio menaiki taksi tersebut.
“Sifatmu sangat meragukanku Bio,” Baekhyun berkata dalam hati. Dia menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan bagaimana perasaanya terhadap Bio. Tapi waktu tak selalu tepat.
***
Hari yang cerah, memberikan pagi yang indah untuk Bio. Dia bangun dari tidurnya dan mendapati suara dari teleponnya. Ternyata ada yang mengirim pesan, itu adalah Baekhyun.
“Bio, aku akan mengajakmu makan malam nanti aku akan menjemputmu. Kuharap kau mau, jika kau mau balas ya dengan cepat.”
“Hmm, dia sangat menyebalkan,” gumam Bio.
“Baekhyun apakah hari ini seperti hari kemarin?” pesan yang dikirim Bio untuk Baekhyun. Dan pesan itu dengan cepat sampai ke Baekhyun.
“Tidak hari ini hanya kita berdua,” Baekhyun sangat mengharapkan semua itu.
“Apakah aku harus berkata iya?” Bio mengirimkan pesan yang membuat Baekhyun semakin penasaran.
“Iya Bio-ssi,” Baekhyun memanggil Bio dengan indahnya.
“Oke,” jawaban yang ditunggu Baekhyunpun telah dikatakan Bio.
Malamnya Baekhyun menjemput Bio di apartemennya. Bio memang sudah siap untuk keluar dengan Baekhyun. Dia berdandan sangat simpel dengan rambutnya yang panjang, dan baju yang sangat sederhana pula.
“Ayo Bio-ssi!”
“Iya.”
Mereka pergi ke suatu taman yang sangat indah.
“Kenapa kau mengajakku kemari? Bukannya kau ingin mengajakku makan malam?”
“Iya tapi aku punya yang lebih istimewa untukmu.”
Keadaan dingin mulai menyapu hati mereka.
“Bio-ssi, aku mencintaimu maukah kau menjadi seseorang yang akan memberikan coretan indah di hidupku?”
Bio tak mampu berucap, tiba-tiba di benaknya muncul nama Seol Chan dan Chen. Akhirnya dia mulai berkata-kata.
“Baekhyun-ah ingatkah kau waktu itu, kau hanya akan menganggapku teman. Dan perlu kau ketahui telah lama aku mencintai Jong Dae,” air mata Bio meluap dari matanya.
“Lalu selama ini yang kita lalui apa?” Baekhyun menahan air mata yang ingin jatuh dari matanya.
Bio tahu bahwa sahabatnya Seol Chan sangat mencintai Baekhyun, dia akan sangat berdosa jika dirinya dan Baekhyun menyatukan cintanya. Dia akan membuat sahabatnya semakin sakit. Dan dia lebih memilih tersakiti. Kata-kata yang diucapkannya tadi sangat melukai hatinya. Dia takkan bisa mencintai orang lain kecuali Baekhyun. Tapi itulah yang terbaik dalam hidupnya, mungkin dia akan menemukan jalan yang indah saat dia membuka hatinya untuk orang lain yaitu Jong Dae.
“Mianhae, Baekhyun oppa.”
“Kenapa kau berbuat seperti itu, Bio?” Baekhyun kecewa akan sikap Bio.
Tapi Baekhyun meraih Bio dan memeluknya, Bio menangis di pelukan Baekhyun. Dia sangat sakit. Tapi tak lama Bio terbangun dari pelukan Baekhyun di langsung berlari dengan kencang, dia meneteskan air matanya di setiap langkahnya.
“Maafkan aku Baek, aku lebih memilih kebahagiaan sahabatku, aku tak ingin bahagia di atas penderitaannya, aku sangat menyayanginya, walaupun nantinya aku harus mencintai orang lain tanpa cinta dan kebahagian aku rela.”
Kata hatinya membuatnya tegar, dia tak merasakan apapun yang di lewatinya dan di saat dia melewati suatu jalan yang ramai dia tak menghiraukan situasi. Mobil merah itu melaju kencang kearah Bio. Dan tabrakan pun tak terhindarkan seketika Bio tak sadarkan diri, darah keluar dari kepala dan hidungnya. Mobil ambulan melaju cepat dan segera mengangkut Bio. Setibanya di rumah sakit petugas medis dengan cepat menjalankan misinya wajah Bio sangat pucat. Dokter takut tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Tapi hidayah Allah menyelamatkanya, meskipun keadaanya masih kritis dan dia harus dirawat di rumah sakit.
***
Beberapa hari Bio tak kunjung sadar, di samping Bio sudah ada tiga sahabatnya, dan semua member EXO. Tangan Bio kali ini di genggam oleh Chen. Karena Baekhyun menghindari kedekatannya terhadap Bio, tapi dalam hati yang paling dalam Baekhyun dia masih mencintai sosok Bio, dia sangat terpukul akan kejadian yang menimpa Bio. Tiba-tiba tangan Bio bergerak, Chen tersentak kaget dia sangat bersyukur dan tenyata dia mencium tangan Bio. Semua yang ada disamping Bio kaget dengan tingkah Chen begitu juga Baekhyun dia terpukul akan semua itu.
“Bio,” Chen memanggil Bio dengan nada kalem.
Bio hanya membalas panggilan Chen dengan senyuman polosnya.
“Seol Chan,” panggil Bio pada salah satu sahabatnya.
“Tolong gantikan aku di hati Baekhyun,” permintaan Bio membuat Baekhyundan Seol Chan kaget. Seol Chan pun meneteskan air mata dia tak kuasa melihat semua ini. Kesetiaan sahabatnya sangat luar biasa.
“Tidak sahabatku, kau yang pantas denganya, dia sangat mencintaimu begitu pula dirimu. Tolong jangan lakukan ini dongsaeng,” dengan air mata yang tak terbendung lagi di mata Seol Chan.
Semua orang meneteskan air mata. Semua orang menyaksikan begitu hebat arti persahabatan.
“Tidak, aku tak pantas untuknya. Berjanjilah untuk saling mencintai. Jong Dae, aku minta maaf padamu,” Bio sangat rela melepas semuanya.
“Ya Bio, aku juga minta maaf padamu,” Chen mengusap tangan Bio.
Bio meraih tangan Seol Chan dan Baekhyun, dia meminta mereka menjadi pasangan yang utuh.
“Disana aku akan bahagia melihat kalian bersama, di tempat yang indah, aku minta untuk kalian tidak meneteskan air mata. Karena semua itu akan membuatku semakin sakit.”
“Selamat tinggal,” tiba-tiba mata Bio tertutup, jantungnya tak berdetak lagi.
Tiga sahabatnya memeluknya dengan air mata di pipi mereka. Baekhyun pergi keluar kamar, dan dia menangis. Baekhyun tak mengharapakan hal ini terjadi pada gadis yang begitu dia cintai.
“Apakah aku harus membuka hatiku untuk orang lain?”
“Bio apakah aku harus melupakanmu? Kenapa kau membuatku sakit Bio? Kenapa?”
Baekhyun tak mampu berbuat apapun. Begitu juga Chen dia memegang tangan Bio dan meneteskan air matanya di tangan Bio.
***
Dua tahun kemudian.
Baekhyun dan Seol Chan sudah merangkai benih cinta. Dan mereka berjanji kepada Bio untuk menepati janjinya. Semuanya menjadi lebih baik meskipun di jiwa Baekhyun masih ada cinta untuk Bio. Baekhyun meyakini bahwa Bio akan selalu untuknya.
***

By : Is (Isti)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar