About

Sabtu, 24 Mei 2014

First Snow (Part 3)


Title    : First Snow
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO's members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Friendship, school life
***
Bel tanda pelajaran usai berbunyi. Chanyeol yang sedang menunggu jemputan belum beranjak keluar kelas. Ketika melihat Baekhyun dan Kyungsoo berjalan, dilontarkannya kata-kata pedas, “Hei, Anak Kecil! Pasti pulangnya dijemput sama Mama, ya!”
Baekhyun dan Kyungsoo tidak menghiraukan Chanyeol dan segera ke taman belakang sekolah. Sebelum sampai di sana, mereka bingung pergi ke sana atau tidak. Karena kata-kata Kai tadi belum tentu benar. Bisa saja ini sebuah perangkap.

Mereka berjalan pelan-pelan, dan melihat Kai berbaring di bawah pohon cemara sembari mengenakan earphone. Sepedanya tampak di sampingnya, disandarkan pada batang pohon. Baekhyun memeriksa seluruh penjuru taman, memastikan tidak ada anggota The King School selain Kai. Kemudian keduanya melangkah dengan penuh kehati-hatian menuju Kai.
“Umm … Kai?” Kyungsoo menepuk pundak Kai dua kali.
Kai kaget sesaat, lalu ia beranjak dan mematikan earphone-nya. “Nah, ayo ikut aku,” Kai mengambil sepedanya.
“Tunggu dulu,” Baekhyun menahan Kai. “Kamu tidak sedang menjebak kita bukan?”
“Buat apa aku menjebak kalian?” Kai menaiki sepedanya. “Sudah kukatakan, aku tidak seburuk Chanyeol. Ayo, naik!”
Ketiganya mengendarai sepeda menuju suatu tempat. Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah danau. Baekhyun dan Kyungsoo baru saja mengetahui kalau sekolah mereka letaknya dekat sekali dengan sebuah danau. Danau itu dikelilingi pepohonan rindang. Kai memarkir sepedanya di salah satu pohon, “Sudah sampai! Ayo turun!”
Kai melangkah lebih dekat ke danau. Ternyata ada dua sosok di sana, tengah bercanda gurau. “Suho hyung! Sehun!” panggil Kai.
Baekhyun dan Kyungsoo kaget. Mereka tidak menyangka akan bertemu Suho dan Sehun di situ.Tentu saja mereka bingung dan langsung menuduh Kai menjebak mereka. Baekhyun dan Kyungsoo menjadi gugup.
“Kai, kenapa kamu membawa dua orang ini ke sini?” tanya Sehun. Suho hanya melongo melihat Baekhyun dan Kyungsoo.
Kyungsoo sedikit lega karena mereka bertiga tidak mem-bully mereka. Baekhyun masih takut-takut. Sedangkah Suho dan Sehun hanya kebingungan apa maksud kedatangan Kai dengan dua namja itu ke sini.
“Nah, sekarang,” Kai menghela napas. Ia mendekati Suho dan Sehun, membisikkan sesuatu. Ketika itu pula firasat-firasat buruk menyelinap di hati Baekhyun dan Kyungsoo. Suho dan Sehun dengan kompaknya mengangguk.
Lalu tiba-tiba Sehun berdehem, dan ia mulai ber-beatbox.
Baekhyun dan Kyungsoo bertambah bingung melihat kelakuan mereka.
Setelah itu, Kai menyahut,
Eodumi jinhan supeul jina
Hayan byeori naeryeo on sesang imida
Teukbyeolhal geotdo hanado eomneunbam
Kemudian Suho,
Na gogael deun dwi na nun busin balgyeonhae
Jeogi nopeun goseseo bitnaneun
Saseumui jeonseoreun ijen tteungureum jamneun sori
Igeon naui story
Baekhyun dan Kyungsoo kini sadar apa yang sedang mereka lakukan. Mereka sedang bernyanyi, tentu saja. Baekhyun dengan percaya diri melanjutkan,
Girl, i sesangeseo jeil bitnajanha
Jel najeun i gotkkaji hago sipeungeol jogeumman
Ttaseuhan bicheul nanwajwo
Kyungsoo ikut,
Modu barabojiman nareul barabongeon anya
Ladies and gentlemen, ttarararara ttarararara
Modu neoreul bojanha yeogiseo gajang balgeun neol
Ladies and gentlemen, ttarararara ttarararara
Tell me ‘bout it shining star!
Ketika Baekhyun dan Kyungsoo masih bernyanyi, Kai memberi isyarat pada Sehun untuk menghentikan beatbox-nya. Ketiganya terdiam, hanyut dalam nyanyian Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka sengaja membiarkan keduanya menyelesaikan lagu The Star.
Tanpa mereka ketahui, Chanyeol mengintip mereka dari jauh. Ia merasa marah melihat persaudaraan mereka.
Tell me about it shining star!
Selesai. Spontan Kai, Suho, dan Sehun bertepuk tangan.
“Bagus sekali! Suara kalian luar biasa!” seru Suho bersemangat.
Baekhyun dan Kyungsoo hanya tersipu. Mereka bercanda tawa, mulai membangun persahabatan. Sekarang Baekhyun dan Kyungsoo merasa nyaman di antara mereka. Tidak merasa canggung sama sekali. Mereka bercanda terus, hingga Kai mendadak mendorong Baekhyun dan Kyungsoo.
“Kai? Sedang apa ka …,” belum sempat Kyungsoo bertanya, Sehun ikut mendorong.
“Lari! Bersembunyilah!” pekik Suho.
Tanpa tahu apa yang terjadi, Baekhyun dan Kyungsoo langsung ambil langkah seribu. Mereka bersembunyi di balik pohon.
Beberapa detik kemudian, Chanyeol datang. Dengan wajah yang mengintimidasi, dipandangnya satu per satu ketiga namja yang menatapnya pula dengan takut-takut.
“Siapa yang menyuruhmu berteman dengan mereka?!” emosi Chanyeol meletup-letup.
Seketika hening.
Chanyeol mendengus, “Kalian tidak bisa menjawabnya?”
Mendengar hal itu, Kai angkat bicara, “Apa salahnya berteman dengan mereka?”
Chanyeol menyahut, “Tentu saja ada! Kita ini berbeda dengan mereka! Ke …”
“Haruskah kita pilih-pilih teman? Tidak! Mereka sama sekali tidak berbeda! Suara mereka sangat bagus! Bahkan terlalu bagus,” bela Kai. Ia maju beberapa langkah.
Mata Chanyeol mendelik, “Beraninnya kamu memotong ucapanku! Aku ini leader-mu!”
“Sejak kapan?” suara Kai meninggi. “Kita memang kalangan atas, tetapi buat apa menindas kalangan bawah?”
Chanyeol kini benar-benar marah. Didorongnya Kai hingga ia tercebur danau. Sehun berteriak kaget, sedangkan Suho tersentak. Baekhyun dan Kyungsoo yang melihat hal itu hanya menggigit bibir.
“Argh! Sulit bicara dengan kalian!”Chanyeol melotot pada Sehun dan Suho. “Kalian juga ingin kuceburkan? Kudengar kalian tidak bisa berenang,” ancamnya.
Sehun dan Suho hanya menunduk, tidak berani menatap Chanyeol.
“Dasar,” Chanyeol berbalik, kemudian berjalan pergi. Anggota lain The King School rupanya juga hadir di situ. Chanyeol sempat berbicara pada mereka sebelum melanjutkan jalannya, “Jangan coba-coba menentangku! Atau kalian akan berakhir seperti mereka!” Mereka semua hanya mengangguk, seperti budak yang diancam majikannya.
Chen menunggu Chanyeol dan anggota lain berjalan agak jauh, lalu ia cepat-cepat berlari menuju danau. Ia tahu Suho dan Sehun di sana tidak mungkin menolong Kai, sebab keduanya tidak bisa berenang. Chen perlahan menarik Kai ke tepi. Kai terbatuk-batuk sesaat.
Kyungsoo berlari keluar dari persembunyiannya. Ia melepas jaketnya dan menyelimuti tubuh Kai dengannya.
Baekhyun ikut keluar. Mereka berenam terdiam, bingung harus bagaimana. Hingga akhirnya Kai melepas jaket Kyungsoo, lalu berkata, “Makasih.” Setelah itu ia melesat menuju sepeda dan berlalu.
Baekhyun menarik napas, “Oke, Kyungsoo, kita juga harus pulang.” Baekhyun mengamit tangan Kyungsoo. Sebelum melangkah, dilihatnya Suho, Sehun, dan Chen yang masih terdiam, “Kalian tidak pulang?”
Mereka bertatapan, kemudian berjalan bersama.
***
Malam hari, di rumah Chanyeol ….
Chanyeol mengobrak-abrik kamarnya sendiri. Ia membanting-banting semua benda yang ditemukannya.
“Kenapa? Kenapa? Kenapa?!” Chanyeol bingung dan resah tentang kejadian di danau tadi. Sebetulnya ia merasa bersalah mendorong Kai ke danau, tetapi ia juga kesal dengan sikap Kai. Chanyeol duduk di ranjang, lalu memegangi kepalanya. Perasaannya bercampur aduk. Entah apa yang membuatnya depresi seperti itu. “Kubunuh kau, Baekhyun dan Kyungsoo!”
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Ibunya muncul di ambang pintu. Chanyeol segera bangkit dan merapikan kembali kamarnya.
“Chanyeol? Apa yang kamu lakukan pada kamarmu?” tanya ibunya bingung.
Chanyeol tidak menjawab. Dengan dingin ditata kembali perabotan kamarnya.
“Ada masalah di sekolah?”
Chanyeol tetap diam.
Ibu Chanyeol mendesah pelan. Beliau ikut merapikan, sampai semuanya rapi. Kemudian Chanyeol kembali duduk di atas ranjang. Ibunya duduk di sebelahnya.
“Kamu ingin cerita sesuatu?” tanya ibunya lagi.
Chanyeol menghela napas, lalu berkata, “Ibu tahu Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo?”
Ibu Chanyeol mengerutkan kening, “Byun Baekhyun? Sepertinya Ibu pernah dengar.”
Chanyeol terhenyak, “Ibu kenal? Byun Baekhyun itu anak baru di sekolahku.”
“Oh iya, ayah Baekhyun pernah menolong ayahmu. Dulu, keluarga kita miskin. Mungkin kamu lupa karena saat itu kamu masih kecil. Ayahmu sudah berusaha melamar pekerjaan, tetapi selalu gagal. Ayah Baekhyun dulu pengusaha yang sangat kaya, dan dengan kedermawanannya diberikan perusahaannya itu pada ayahmu. Sehingga sekarang keadaan berbalik. Keluarga kita begitu kaya, dan keluarganya Baekhyun … begitulah,” cerita ibu Chanyeol panjang.
Chanyeol tercengang.
“Karena itu, kami selalu berusaha mengirimi uang pada Baekhyun dan keluarganya tiap bulan,” sambung ibunya lagi.
Chanyeol tak berkutik.
“Ada masalah dengan Baekhyun?”
Chanyeol cepat-cepat menggeleng, “Tidak, tidak ada apa-apa kok.”
“Baguslah,” ibunya mengangguk.“Berteman baiklah dengannya, karena dulu ia pernah menolong keluarga kita.”
Chanyeol hanya terdiam.
Ibu Chanyeol mengecup dahi Chanyeol, “Selamat malam.” Kemudian beliau keluar dan menutup pintu.
Berteman baiklah dengannya, karena dulu ia pernah menolong keluarga kita.
Kalimat itu terus berputar di telinga Chanyeol.
Berteman baiklah dengannya ….
Chanyeol menundukkan kepalanya. Ia ingat kalimat yang ia lontarkan pada Baekhyun saat pertama kali bertemu.
Hei! Memangnya kamu itu siapa? Sok kenal! Dengar ya, aku ini ketua geng The King School! Jangan harap bisa berteman denganku atau masuk ke gengku! Karena aku tidak ingin berteman baik denganmu!
Chanyeol memegangi kepalanya lagi.
Karena aku tidak ingin berteman baik denganmu!
“Oh, sudah terlambatkah aku untuk minta maaf?”
***
[Bersambung ....]

By : AnTa (Annisa and Shinta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar