Title : First Snow
Author : AnTa (Annisa and Shinta)
Length : Chaptered
Cast : All EXO's members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Friendship, school life
***
Bel tanda pelajaran usai berbunyi. Chanyeol yang
sedang menunggu jemputan belum beranjak keluar kelas. Ketika melihat Baekhyun
dan Kyungsoo berjalan, dilontarkannya kata-kata pedas, “Hei, Anak Kecil! Pasti
pulangnya dijemput sama Mama, ya!”
Baekhyun dan Kyungsoo tidak menghiraukan Chanyeol
dan segera ke taman belakang sekolah. Sebelum sampai di sana, mereka bingung
pergi ke sana atau tidak. Karena kata-kata Kai tadi belum tentu benar. Bisa
saja ini sebuah perangkap.
Mereka berjalan pelan-pelan, dan melihat Kai
berbaring di bawah pohon cemara sembari mengenakan earphone. Sepedanya tampak
di sampingnya, disandarkan pada batang pohon. Baekhyun memeriksa seluruh
penjuru taman, memastikan tidak ada anggota The King School selain Kai.
Kemudian keduanya melangkah dengan penuh kehati-hatian menuju Kai.
“Umm … Kai?” Kyungsoo menepuk pundak Kai dua kali.
Kai kaget sesaat, lalu ia beranjak dan mematikan
earphone-nya. “Nah, ayo ikut aku,” Kai mengambil sepedanya.
“Tunggu dulu,” Baekhyun menahan Kai. “Kamu tidak
sedang menjebak kita bukan?”
“Buat apa aku menjebak kalian?” Kai menaiki
sepedanya. “Sudah kukatakan, aku tidak seburuk Chanyeol. Ayo, naik!”
Ketiganya mengendarai sepeda menuju suatu tempat.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah danau. Baekhyun dan
Kyungsoo baru saja mengetahui kalau sekolah mereka letaknya dekat sekali dengan
sebuah danau. Danau itu dikelilingi pepohonan rindang. Kai memarkir sepedanya
di salah satu pohon, “Sudah sampai! Ayo turun!”
Kai melangkah lebih dekat ke danau. Ternyata ada dua
sosok di sana, tengah bercanda gurau. “Suho hyung! Sehun!” panggil Kai.
Baekhyun dan Kyungsoo kaget. Mereka tidak menyangka
akan bertemu Suho dan Sehun di situ.Tentu saja mereka bingung dan langsung
menuduh Kai menjebak mereka. Baekhyun dan Kyungsoo menjadi gugup.
“Kai, kenapa kamu membawa dua orang ini ke sini?”
tanya Sehun. Suho hanya melongo melihat Baekhyun dan Kyungsoo.
Kyungsoo sedikit lega karena mereka bertiga tidak
mem-bully mereka. Baekhyun masih takut-takut. Sedangkah Suho dan Sehun hanya
kebingungan apa maksud kedatangan Kai dengan dua namja itu ke sini.
“Nah, sekarang,” Kai menghela napas. Ia mendekati
Suho dan Sehun, membisikkan sesuatu. Ketika itu pula firasat-firasat buruk
menyelinap di hati Baekhyun dan Kyungsoo. Suho dan Sehun dengan kompaknya
mengangguk.
Lalu tiba-tiba Sehun berdehem, dan ia mulai
ber-beatbox.
Baekhyun dan Kyungsoo bertambah bingung melihat
kelakuan mereka.
Setelah itu, Kai menyahut,
Eodumi jinhan
supeul jina
Hayan byeori
naeryeo on sesang imida
Teukbyeolhal
geotdo hanado eomneunbam
Kemudian Suho,
Na gogael deun
dwi na nun busin balgyeonhae
Jeogi nopeun
goseseo bitnaneun
Saseumui
jeonseoreun ijen tteungureum jamneun sori
Igeon naui story
Baekhyun dan Kyungsoo kini sadar apa yang sedang
mereka lakukan. Mereka sedang bernyanyi, tentu saja. Baekhyun dengan percaya
diri melanjutkan,
Girl, i
sesangeseo jeil bitnajanha
Jel najeun i
gotkkaji hago sipeungeol jogeumman
Ttaseuhan
bicheul nanwajwo
Kyungsoo ikut,
Modu barabojiman
nareul barabongeon anya
Ladies and
gentlemen, ttarararara ttarararara
Modu neoreul
bojanha yeogiseo gajang balgeun neol
Ladies and
gentlemen, ttarararara ttarararara
Tell me ‘bout it
shining star!
Ketika Baekhyun dan Kyungsoo masih bernyanyi, Kai
memberi isyarat pada Sehun untuk menghentikan beatbox-nya. Ketiganya terdiam,
hanyut dalam nyanyian Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka sengaja membiarkan keduanya
menyelesaikan lagu The Star.
Tanpa mereka ketahui, Chanyeol mengintip mereka dari
jauh. Ia merasa marah melihat persaudaraan mereka.
Tell me about it
shining star!
Selesai. Spontan Kai, Suho, dan Sehun bertepuk
tangan.
“Bagus sekali! Suara kalian luar biasa!” seru Suho
bersemangat.
Baekhyun dan Kyungsoo hanya tersipu. Mereka bercanda
tawa, mulai membangun persahabatan. Sekarang Baekhyun dan Kyungsoo merasa
nyaman di antara mereka. Tidak merasa canggung sama sekali. Mereka bercanda
terus, hingga Kai mendadak mendorong Baekhyun dan Kyungsoo.
“Kai? Sedang apa ka …,” belum sempat Kyungsoo
bertanya, Sehun ikut mendorong.
“Lari! Bersembunyilah!” pekik Suho.
Tanpa tahu apa yang terjadi, Baekhyun dan Kyungsoo
langsung ambil langkah seribu. Mereka bersembunyi di balik pohon.
Beberapa detik kemudian, Chanyeol datang. Dengan
wajah yang mengintimidasi, dipandangnya satu per satu ketiga namja yang
menatapnya pula dengan takut-takut.
“Siapa yang menyuruhmu berteman dengan mereka?!”
emosi Chanyeol meletup-letup.
Seketika hening.
Chanyeol mendengus, “Kalian tidak bisa menjawabnya?”
Mendengar hal itu, Kai angkat bicara, “Apa salahnya
berteman dengan mereka?”
Chanyeol menyahut, “Tentu saja ada! Kita ini berbeda
dengan mereka! Ke …”
“Haruskah kita pilih-pilih teman? Tidak! Mereka sama
sekali tidak berbeda! Suara mereka sangat bagus! Bahkan terlalu bagus,” bela
Kai. Ia maju beberapa langkah.
Mata Chanyeol mendelik, “Beraninnya kamu memotong
ucapanku! Aku ini leader-mu!”
“Sejak kapan?” suara Kai meninggi. “Kita memang
kalangan atas, tetapi buat apa menindas kalangan bawah?”
Chanyeol kini benar-benar marah. Didorongnya Kai
hingga ia tercebur danau. Sehun berteriak kaget, sedangkan Suho tersentak.
Baekhyun dan Kyungsoo yang melihat hal itu hanya menggigit bibir.
“Argh! Sulit bicara dengan kalian!”Chanyeol melotot
pada Sehun dan Suho. “Kalian juga ingin kuceburkan? Kudengar kalian tidak bisa
berenang,” ancamnya.
Sehun dan Suho hanya menunduk, tidak berani menatap
Chanyeol.
“Dasar,” Chanyeol berbalik, kemudian berjalan pergi.
Anggota lain The King School rupanya juga hadir di situ. Chanyeol sempat
berbicara pada mereka sebelum melanjutkan jalannya, “Jangan coba-coba
menentangku! Atau kalian akan berakhir seperti mereka!” Mereka semua hanya
mengangguk, seperti budak yang diancam majikannya.
Chen menunggu Chanyeol dan anggota lain berjalan
agak jauh, lalu ia cepat-cepat berlari menuju danau. Ia tahu Suho dan Sehun di
sana tidak mungkin menolong Kai, sebab keduanya tidak bisa berenang. Chen
perlahan menarik Kai ke tepi. Kai terbatuk-batuk sesaat.
Kyungsoo berlari keluar dari persembunyiannya. Ia
melepas jaketnya dan menyelimuti tubuh Kai dengannya.
Baekhyun ikut keluar. Mereka berenam terdiam,
bingung harus bagaimana. Hingga akhirnya Kai melepas jaket Kyungsoo, lalu
berkata, “Makasih.” Setelah itu ia melesat menuju sepeda dan berlalu.
Baekhyun menarik napas, “Oke, Kyungsoo, kita juga
harus pulang.” Baekhyun mengamit tangan Kyungsoo. Sebelum melangkah, dilihatnya
Suho, Sehun, dan Chen yang masih terdiam, “Kalian tidak pulang?”
Mereka bertatapan, kemudian berjalan bersama.
***
Malam hari, di rumah Chanyeol ….
Chanyeol mengobrak-abrik kamarnya sendiri. Ia
membanting-banting semua benda yang ditemukannya.
“Kenapa? Kenapa? Kenapa?!” Chanyeol bingung dan
resah tentang kejadian di danau tadi. Sebetulnya ia merasa bersalah mendorong
Kai ke danau, tetapi ia juga kesal dengan sikap Kai. Chanyeol duduk di ranjang,
lalu memegangi kepalanya. Perasaannya bercampur aduk. Entah apa yang membuatnya
depresi seperti itu. “Kubunuh kau, Baekhyun dan Kyungsoo!”
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Ibunya muncul di
ambang pintu. Chanyeol segera bangkit dan merapikan kembali kamarnya.
“Chanyeol? Apa yang kamu lakukan pada kamarmu?”
tanya ibunya bingung.
Chanyeol tidak menjawab. Dengan dingin ditata
kembali perabotan kamarnya.
“Ada masalah di sekolah?”
Chanyeol tetap diam.
Ibu Chanyeol mendesah pelan. Beliau ikut merapikan,
sampai semuanya rapi. Kemudian Chanyeol kembali duduk di atas ranjang. Ibunya
duduk di sebelahnya.
“Kamu ingin cerita sesuatu?” tanya ibunya lagi.
Chanyeol menghela napas, lalu berkata, “Ibu tahu Byun
Baekhyun dan Do Kyungsoo?”
Ibu Chanyeol mengerutkan kening, “Byun Baekhyun?
Sepertinya Ibu pernah dengar.”
Chanyeol terhenyak, “Ibu kenal? Byun Baekhyun itu
anak baru di sekolahku.”
“Oh iya, ayah Baekhyun pernah menolong ayahmu. Dulu,
keluarga kita miskin. Mungkin kamu lupa karena saat itu kamu masih kecil.
Ayahmu sudah berusaha melamar pekerjaan, tetapi selalu gagal. Ayah Baekhyun
dulu pengusaha yang sangat kaya, dan dengan kedermawanannya diberikan
perusahaannya itu pada ayahmu. Sehingga sekarang keadaan berbalik. Keluarga
kita begitu kaya, dan keluarganya Baekhyun … begitulah,” cerita ibu Chanyeol
panjang.
Chanyeol tercengang.
“Karena itu, kami selalu berusaha mengirimi uang
pada Baekhyun dan keluarganya tiap bulan,” sambung ibunya lagi.
Chanyeol tak berkutik.
“Ada masalah dengan Baekhyun?”
Chanyeol cepat-cepat menggeleng, “Tidak, tidak ada
apa-apa kok.”
“Baguslah,” ibunya mengangguk.“Berteman baiklah
dengannya, karena dulu ia pernah menolong keluarga kita.”
Chanyeol hanya terdiam.
Ibu Chanyeol mengecup dahi Chanyeol, “Selamat
malam.” Kemudian beliau keluar dan menutup pintu.
Berteman baiklah dengannya, karena dulu ia pernah
menolong keluarga kita.
Kalimat itu terus berputar di telinga Chanyeol.
Berteman baiklah
dengannya ….
Chanyeol menundukkan kepalanya. Ia ingat kalimat
yang ia lontarkan pada Baekhyun saat pertama kali bertemu.
Hei! Memangnya
kamu itu siapa? Sok kenal! Dengar ya, aku ini ketua geng The King School!
Jangan harap bisa berteman denganku atau masuk ke gengku! Karena aku tidak
ingin berteman baik denganmu!
Chanyeol memegangi kepalanya lagi.
Karena aku tidak
ingin berteman baik denganmu!
“Oh, sudah terlambatkah aku untuk minta maaf?”
***
[Bersambung
....]
By : AnTa (Annisa and Shinta)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar