About

Jumat, 07 November 2014

Dawn Wolf (Part 1)

Title    : Dawn Wolf
Author : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)

Genre : Romance, adventure
***
*Kelanjutan cerita Shadows
Chanyeol menggoyang tubuh Baekhyun pelan. Merasa tidak ada respon, Chanyeol menggoyangnya lebih keras. Baekhyun hanya bergerak sedikit, lalu ia kembali terlelap. Chanyeol menarik napas, sebelum berteriak di telinga Baekhyun.
“Hei! Bangun!”
Baekhyun sontak terbangun. Matanya membuka lebar. Chanyeol nyengir, “Tebak sekarang jam berapa?”
“Jam tujuh pagi?”
“Ini setengah dua belas malam!” Chanyeol tertawa kecil. “Besok ulang tahunnya Kai. Jadi nanti jam dua belas, kita rayakan.”
Baekhyun mengangkat alis kanannya. Lalu ia menguap, kemudian merebahkan tubuhnya, “Sebentar, sepuluh menit lagi.”

Chanyeol menghela napas. Ia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Diambilnya segayung air, lalu dibawanya menuju Baekhyun. Tepat di atas kepala Baekhyun ia menumpahkannya.
Baekhyun yang sadar tubuhnya mendadak basah bangun dan memekik, “Chanyeollie!”
***
Sehun dan Suho sibuk di ruang tengah. Mereka menggeser-geser sofa ke pinggir untuk memperluas ruangan itu. Sedangkan Chen dan Kyungsoo menyiapkan kue dan menghiasnya. Sementara yang lain ada yang sedang membangunkan temannya, dan ada pula yang masih nyaman di pulau kapuk.
Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari kamar. Kecuali Kai tentunya. Belum ada yang membangunkannya hingga sekarang.
“Meja yang ini perlu digeser?” Sehun menunjuk sebuah meja.
“Jangan, biarkan saja di situ. Untuk meletakkan kuenya. Dan, oh perlukah kita beri taplak di atasnya?” jawab Suho sambil membuka lemari mencari taplak.
“Tidak perlu menurutku. Meja itu sudah bagus. Lagipula, kalau diberi taplak, taplaknya justru akan kotor,” ujar Sehun.
Suho menutup kembali pintu lemari.
Chen dan Kyungsoo muncul dari dapur. Keduanya membawa kue tar yang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk keduabelas namja itu.
Kris yang tinggi, dibantu Chanyeol memasang tulisan ‘Happy Birthday’ di salah satu sisi ruangan. Kemudian hadiah-hadiah yang telah mereka siapkan sebelumnya ditata rapi di sofa. Ruangan itu terlihat indah, dengan hiasan pita di sudut-sudut dinding.
“Nah, sekarang Kai,” gumam Kyungsoo.
“Matikan lampunya!” seru Chen.
Luhan menekan saklar. Ruangan seketika gelap. Kyungsoo melangkah menuju kamar Kai. Ia membuka pintunya perlahan, lalu ia mendapati Kai masih tertidur. Kyungsoo menggugah Kai. Awalnya Kai hanya mendesah, berbalik badan, dan menarik selimutnya.
Kyungsoo menggoyang tubuh Kai, “Bangun!”
Kai mendengkur.
Kyungsoo terdiam sejenak. Ia mencari cara. Kemudian didekatinya telinga Kai dan berbisik, “Ada ayam di ruang tengah. Ayo makan!”
Kai hanya membalas, “Ya, sisakan buatku.” Lalu ia menutup matanya kembali.
Kyungsoo menggaruk kepalanya, “Kalau kamu tidak cepat ambil, kami habiskan!”
“Terserah. Aku bisa memesan ayam sendiri.”
Kyungsoo frustasi. Akhirnya didorongnya Kai dengan kuat hingga ia jatuh dari ranjang.
“Aduh,” Kai mengelus punggungnya. “Hyung, kejamnya kamu!”
“Bagaimana tidak? Kamu dibangunkan sulit sekali!” dengus Kyungsoo. “Ayo, ikut aku ke ruang tengah!”
Kyungsoo menggamit tangan Kai dan membawanya ke ruang tengah. Gelap sekali di situ. Saat itu Kyungsoo melepas tangan Kai dan cepat-cepat bergabung dengan teman yang lain. Kai yang merasa kehilangan jejak Kyungsoo berkata pelan, “Hyung? Kalian main petak umpat ya? Ayolah, jangan kekanak-kanakan.”
Sekejap lampu menyala dan berucaplah mereka semua, “Selamat ulang tahun!”
Kai sedikit kaget, “Oh, terima kasih.”
“Apa? Balasanmu cuma begitu?” protes Baekhyun. “Kami menyiapkan ini semua dan kamu hanya menjawab demikian?”
Chen tertawa kecil, “Tidak apa-apa. Sekarang, tiuplah lilinnya. Setelah itu potong kuenya dan hadiahnya silakan diambil.”
“Ini masih jam dua belas kurang lima menit. Kita tunggu jam dua belas saja,” sahut Sehun.
“Baiklah.”
Kemudian mereka mengobrol. Chanyeol tiba-tiba merasa kepanasan. Ia lalu menyibakkan tirai dan membuka jendela. Angin malam masuk. Saat itu awan bergerak, tertiup angin. Lalu bulan purnama dengan cahayanya yang terang benderang muncul. Bulat sekali bentuknya.
“Indahnya,” komentar Lay yang melihat hal itu pula. “Menurutku cahayanya jauh lebih terang dibanding bulan purnama sebelumnya.”
“Ya,” jawab Chanyeol singkat. Ia masih memandangi bulan itu.
Teman-teman yang lain juga ikut melihat. Chanyeol sempat melirik Luhan. Ia takut Luhan akan berubah menjadi serigala lagi.
Luhan yang merasa dilihat Chanyeol berkata, “Chanyeol-ah, aku saat itu hanya dirasuki. Aku bukan seorang werewolf. Tidak perlu memandangku begitu.”
Chanyeol tersenyum, lalu berpaling. Bulan purnama itu hilang, mungkin tertutup awan.
Suho menatap arlojinya, “Sepuluh detik lagi jam dua belas. Kai-ah, siap-siap meniup lilin!”
Kyungsoo menarik Kai dan membawanya ke depan kue. Kai tertawa, lalu menatap kue itu. Teman-temannya mengerubunginya, menunggunya meniup lilin.
“Sepuluh ….”
Kyungsoo merasa tidak enak.
“Sembilan ….”
Firasat buruk mendadak menyelimuti hatinya.
“Delapan ….”
Ia sendiri bingung apa yang membuatnya tidak nyaman malam itu.
“Tujuh ….”
Kyungsoo mengamati teman-temannya satu per satu.
“Enam ….”
Ada yang aneh, sungguh.
“Lima ….”
Kyungsoo membelalak.
“Empat ….”
Ia ingat perkataan Yeajin sebelum gadis itu pindah keluar kota.
“Tiga ….”
Tentang Kai.
“Dua ….”
Untuk berhati-hati terhadap Kai.
“Satu ….”
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar