About

Jumat, 07 November 2014

Dawn Wolf (Part 2)

Title    : Dawn Wolf
Author : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)

Genre : Romance, adventure
***
Kai meniup lilin. Teman-temannya bertepuk tangan dan bersorak, sementara Kyungsoo menahan napas. Ia benar-benar khawatir dengan Kai. Ditatapnya namja itu. Tapi ada apa dengannya? Kyungsoo menggigit jari. Ia memejamkan mata, berusaha mengusir firasat buruknya itu. Tidak bisa. Firasat itu justru terasa bertambah kuat. Kyungsoo semakin resah.
Chanyeol lagi-lagi merasa kepanasan. Dibukanya tirai jendela, lalu ditemukannya benda bulat itu. Benda bulat bercahaya terang. Yang muncul dari awan. Bulan purnama.
Kai yang melihat bulan itu mendadak mematung. Lalu tubuhnya bergetar. Kai menunduk, ia memegangi meja yang di atasnya terdapat kue. Meja itu ikut bergetar, bersamaan dengan tubuhnya. Teman-temannya menjauhinya perlahan, sembari bertatapan bingung. Kyungsoo menatap Kai terus. Kata-kata yang diucapkan Yeajin terngiang-ngiang di telinganya.
Kai mengangkat kepalanya. Ia menyeringai, lalu menggeram. Tangannya mencengkeram meja dengan kuat, sampai-sampai menyebabkan sisi meja itu patah. Kuku-kukunya memanjang, dan kepalanya berubah. Bajunya sobek perlahan-lahan, dan bulu berwarna hitam keluar. Matanya memerah. Kemudian ia meringkuk, di bawah meja.
Hening, tak satupun teman-temannya berani mendekat.
Kyungsoo menelan ludah, lalu berucap, “Kai-ah?”
Kai menggeram lagi. Ia mengangkat kepalanya dan menerjang Kyungsoo hingga membentur tembok. Kai sempat mencakar tangan Kyungsoo saat namja itu berusaha melindungi dirinya. Chanyeol mendelik melihatnya. Serigala! Apa Kai dirasuki oleh ayah Yeajin seperti Luhan? Tapi sekarang untuk apa beliau merasukinya?
Serigala Kai itu berbalik. Ia menggeram-geram galak memandang kesebelas namja yang menatapnya pula takut-takut. Serigala itu melangkah mendekat perlahan. Ia lalu melompat ke atas meja, dan mendorong kue itu ke lantai sehingga hancur menjadi beberapa bagian.
Chen bergidik. Kai melirik ke jendela. Ia melihat bulan purnama, kemudian melolonglah ia.
Tao hampir menangis. Ia bersembunyi di balik tubuh Kris. Sedangkan teman-teman yang lain tak mampu berbuat apa-apa. Kai menggeram lagi. Ia turun dari meja.
Kyungsoo berdiri. Ia memberi isyarat pada teman-temannya untuk menggiring Kai ke hutan. Tetapi Xiumin tidak mengindahkan isyarat Kyungsoo. Ia justru berjingkat-jingkat ke pintu dorm. Xiumin membukanya perlahan. Lalu ia menyelinap keluar dan lari sekuat tenaga. Kris dan Tao juga begitu. Sementara yang lain mengikuti instruksi Kyungsoo.
Suho pergi ke dapur sebentar untuk mengambil daging apapun yang ada di kulkas. Ia menggoyang-goyang daging itu tepat di depan mata Kai seraya berkata, “Ayo, ikuti bau ini!”
Kedelapan namja itu bergegas ke pintu dorm dan berlari bersama. Mereka berhenti di depan lift.
“Bisakah serigala masuk lift?” tanya Luhan bingung.
“Begini saja,” Suho memberikan sepotong daging pada Luhan. “Kamu, Kyungsoo, Chanyeol, dan Baekhyun naik lift. Biar aku, Lay, Sehun, dan Chen yang pakai tangga darurat. Misalnya saja serigala itu lebih cepat dari kami dan berhasil memakan daging yang kubawa, maka kalian yang tentunya lebih cepat sampai di lobby memancingnya ke hutan dengan daging itu. Ia tidak boleh ditemukan satpam atau orang lain. Bisa-bisa ia dibawa ke kebun binatang.”
Baekhyun hendak bicara, namun ia batal sebab sosok berbulu hitam itu muncul di balik tubuh Suho. Mereka langsung berpencar seperti rencana.
“Tangga darurat sebelah sini!” Sehun menarik Suho yang hampir salah arah. Mereka menuruni tangga dengan kilat. Namun tiba-tiba kaki Chen tersandung sesuatu dan ia terjungkal. Serigala itu melompatinya dan mengejar Suho yang membawa daging.
“Chen .…”
“Lupakan saja aku! Aku baik-baik saja kok,” Chen melambaikan tangan pada mereka.
Hampir mencapai lobby. Mereka mempercepat langkah. Namun betapa kagetnya mereka melihat satpam yang berdiri tepat di depan tangga darurat. Untungnya ia membelakangi mereka.
Mereka berhenti. Menahan napas. Tetapi tidak dengan serigala itu. Serigala Kai justru mendorong-dorong tubuh Sehun dan Lay, kemudian menarik daging di tangan Suho. Suho berusaha mempertahankan daging yang dibawanya. Serigala itu menggeram dan mencakar-cakar. Geramannya keras, membuat satpam itu membalikkan badannya.
Sehun, Suho, dan Lay tak berkutik. Saat itu Kai mendapatkan daging yang dibawa Suho. Dengan cepat ia menghabiskannya.
Beruntung sebelum si satpam melihat serigala Kai, rombongan Luhan muncul dan hal itu membuat si satpam mendekati Luhan.
“Kenapa kalian keluar malam-malam? Ruangan latihan ada di atas. Kupikir kalian sudah lama tinggal di sini,” ujar si satpam.
“Umm …. Kami hanya ingin menikmati udara malam,” sahut Luhan.
Si satpam hanya manggut-manggut lalu melenggang pergi. Serigala itu melompat melintasi Suho dan menggeram di depan Luhan yang membawa daging.
Chanyeol menarik Luhan keluar lobby. Mereka berlari-lari kecil di trotoar dan sekarang mencapai hutan. Luhan melempar daging yang dibawanya ke hutan. Kai langsung berlari ke arah hutan dan menghilang di balik semak-semak.
“Fiuh,” Baekhyun mengusap keningnya. “Kenapa ia jadi serigala?”
Chanyeol menarik napas, “Entahlah. Mungkin ayah Yeajin merasukinya.”
“Yeajin pernah bilang padaku untuk berhati-hati terhadap Kai. Ia hendak memberitahu kita kalau ayahnya akan merasuki Kai atau, bagaimana maksudnya?” ujar Kyungsoo.
“Yeajin dan keluarganya misterius. Ingat itu,” kata Luhan. “Apa Yeajin pernah membicarakan tentang hal itu lagi padamu?”
“Tidak. Itu yang terakhir diucapkannya saat ia memberi salam perpisahan padaku,” Kyungsoo mengingat-ingat.
“Kai juga aneh menurutku,” Baekhyun menimpali. “Tadi Chanyeol sempat membuka jendela sebelum Kai meniup lilin bukan? Saat itu ia ikut melihat bulan dan tidak terjadi apa-apa. Tapi setelah meniup lilin, dan ia melihat bulan, kenapa tiba-tiba ia jadi serigala?”
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar