Author : AnTaIsTa
(Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast : All
EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)
Genre : Romance, adventure
***
Pintu
kamar Kai mendadak terbuka ketika mereka mengobrol di ruang tengah. Kai muncul
di situ, dengan rambut berantakan.
Kyungsoo
memandangnya dengan tersenyum.
Mereka
berhamburan memeluk Kai. Betapa bahagianya mereka hari itu. Kai pulang!
Bukankah itu berita yang bagus? Patut ditulis di koran sebagai berita utama.
Kai
tiba-tiba memegang tangan Kyungsoo dan menyisingkan jaket Kyungsoo. Terlihat di
tangan Kyungsoo bekas cakaran serigala. Kai mendesah pelan sembari
menepuk-nepuk bagian itu.
“Maaf,
hyung.”
“Tidak
apa-apa,” Kyungsoo menarik tangannya.
“Aku
melihat semuanya. Aku tahu apa yang terjadi malam itu. Tapi aku tidak mampu
berbuat apa-apa. Aku seperti diseret ke dunia lain. Ada sesuatu yang
mempengaruhi diriku, membuatku seperti itu,” ujar Kai. “Perlu kuceritakan apa
yang terjadi?”
Mereka
mengangguk. Dan duduklah mereka bersama di ruang tengah.
***
Kai,
14 Januari pukul 00.00.
Bulan itu, bulat bercahaya.
Sinarnya selalu kuingat. Sinar yang sangat terang, paling terang di antara
bulan purnama yang lain.
Entah mengapa, ketika melihat bulan
itu, tubuhku membeku. Aku seperti ditarik, diseret ke sebuah ruangan yang tidak
jelas atap, dinding, dan lantainya karena semuanya hitam. Di sana ada sebuah
jendela besar di sisi dinding. Di jendela itu kulihat semuanya terjadi. Sebelas
namja itu menatapku bingung, dan mereka menjauhiku perlahan. Aku bingung apa
yang terjadi. Namun aku melihat tubuhku perlahan berbulu hitam, dan kukuku juga
memanjang. Setelah itu diriku yang di sana meringkuk di bawah meja.
Suasana hening sesaat. Aku sendiri
masih bingung, kejadian apa yang kulihat di jendela itu? Kenapa semuanya
terlihat nyata?
Lalu terdengar suara Kyungsoo yang
menyapaku lembut. Aku hanya menelan ludah mendengar sapaan itu. Dan, aku
benar-benar tidak menduga apa yang diriku lakukan di sana. Aku yang di sana
berwujud serigala, menyergap Kyungsoo, mencakarnya meskipun namja itu telah
mempertahankan diri.
Aku hanya mampu menahan napas, tak
bisa berbuat apa-apa. Kemudian sosokku di sana melompat ke atas meja. Memandangi
semua yang berada di situ, termasuk bulan purnama. Ketika itulah aku yang di
sana melolong.
Aku kaget. Benar-benar kaget.
Apakah semua peristiwa itu benar-benar terjadi? Kemudian saat aku masih merasa
tegang, ada seseorang berjubah hitam berdiri di sebelahku. Aku tak mampu
melihat wajahnya, yang jelas aku merasa dia sedang menatapku.
“Ah, kutukan itu benar-benar
berjalan,” itu yang kudengar darinya.
“Maaf,” aku mendekatinya perlahan.
“Kutukan apa yang kau maksud?”
Masih dengan wajah datar, dia
menjawab, “Salahkan ayahmu sendiri.”
Aku kebingungan. Dia sedang bicara
apa? Kemudian kulihat lagi jendela itu. Di sana Suho terlihat
melambai-lambaikan daging di depan wajahku. Lalu aku yang di sana mengejarnya,
dan kesebelas namja itu juga berlari ketakutan.
“Apapun kutukan itu, kumohon
hilangkanlah,” ucapku kemudian. Aku meringis melihat itu semua.
Sosok itu bukannya menuruti
permintaanku, ia justru tertawa, “Aku tidak salah apa-apa. Sudah kukatakan
salahkan ayahmu yang telah membuatku mengeluarkan kutukanku.”
“Jadi semua kutukan ini berasal
darimu?” aku menghela napas. “Hilangkan, atau aku yang akan menyerangmu!”
“Aku tidak takut akan segala
ancamanmu,” sahutnya. “Sergap saja, aku tidak takut. Lagipula kamu tidak akan
pernah bisa menyergapku.”
Kemudian aku mencoba memukulnya.
Aku benar-benar kaget saat tahu pukulanku menembus tubuhnya.
“Apa kubilang,” ujarnya. Dia
tersenyum sesaat, sebelum akhirnya menghilang.
***
Semuanya
tercengang mendengar cerita itu.
“Sudahlah,
lupakan saja,” Baekhyun angkat bicara. “Yang jelas Kai kembali. Berita bagus!
Kita tidak perlu lagi dimarahi manager!”
Mereka
semua tersenyum gembira. Menyenangkan sekali rasanya melihat Kai telah pulang.
Konser
mereka setelah itu berlangsung lancar. Popularitas XOXO meningkat lagi. Manager terlihat gembira melihat hal
itu. Mereka masih menyembunyikan masalah Kai di depan manager, sembari berharap hal itu takkan pernah terjadi lagi.
***
“Annyeong haseyo?”
“Annyeong
haseyo, Suho-ah. Besok Kamis XOXO
diundang ke Namdaemun City. Ini kesempatan bagus karena XOXO bisa lebih
gemilang. Beritahu yang lain, ya!”
“Oh,
terima kasih informasinya, Pak. Saya akan memberitahu yang lain,” Suho menutup
telepon. Ia bersorak gembira. “Ini konser yang sangat penting. Semua harus
berjalan lancar.”
Ia
melangkah keluar kamar, dan memanggil yang lain. Suho menceritakan itu semua.
Kesebelas namja itu bertepuk tangan riang.
“Tapi,
lagu apa yang sebaiknya dinyanyikan?” tanya Chen.
Mereka
terdiam, berpikir.
“‘Christmas
Day’? Kyungsoo menjawab ragu-ragu.
“Ya,
lagu itu saja. Kupikir cocok,” Suho manggut-manggut. “Ayo kita latihan!”
***
Hari
Kamis, pada saat konser.
Sebagai
pembuka konser itu, XOXO tampil pertama. Semua bersiap di panggung, membentuk
formasi.
Musik
mengalun, dan Kyungsoo mulai bernyanyi. Awalnya semua terlihat baik-baik saja.
Sampai, tanpa mereka sadari bulan purnama muncul di balik awan. Tepat saat
bagian Luhan menyanyi solo didampingi Kai yang menari di sampingnya.
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar