About

Jumat, 07 November 2014

Dawn Wolf (Part 4)

Title    : Dawn Wolf
Author : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)

Genre : Romance, adventure
***
Pintu kamar Kai mendadak terbuka ketika mereka mengobrol di ruang tengah. Kai muncul di situ, dengan rambut berantakan.
Kyungsoo memandangnya dengan tersenyum.
Mereka berhamburan memeluk Kai. Betapa bahagianya mereka hari itu. Kai pulang! Bukankah itu berita yang bagus? Patut ditulis di koran sebagai berita utama.
Kai tiba-tiba memegang tangan Kyungsoo dan menyisingkan jaket Kyungsoo. Terlihat di tangan Kyungsoo bekas cakaran serigala. Kai mendesah pelan sembari menepuk-nepuk bagian itu.
“Maaf, hyung.”

“Tidak apa-apa,” Kyungsoo menarik tangannya.
“Aku melihat semuanya. Aku tahu apa yang terjadi malam itu. Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Aku seperti diseret ke dunia lain. Ada sesuatu yang mempengaruhi diriku, membuatku seperti itu,” ujar Kai. “Perlu kuceritakan apa yang terjadi?”
Mereka mengangguk. Dan duduklah mereka bersama di ruang tengah.
***
Kai, 14 Januari pukul 00.00.
Bulan itu, bulat bercahaya. Sinarnya selalu kuingat. Sinar yang sangat terang, paling terang di antara bulan purnama yang lain.
Entah mengapa, ketika melihat bulan itu, tubuhku membeku. Aku seperti ditarik, diseret ke sebuah ruangan yang tidak jelas atap, dinding, dan lantainya karena semuanya hitam. Di sana ada sebuah jendela besar di sisi dinding. Di jendela itu kulihat semuanya terjadi. Sebelas namja itu menatapku bingung, dan mereka menjauhiku perlahan. Aku bingung apa yang terjadi. Namun aku melihat tubuhku perlahan berbulu hitam, dan kukuku juga memanjang. Setelah itu diriku yang di sana meringkuk di bawah meja.
Suasana hening sesaat. Aku sendiri masih bingung, kejadian apa yang kulihat di jendela itu? Kenapa semuanya terlihat nyata?
Lalu terdengar suara Kyungsoo yang menyapaku lembut. Aku hanya menelan ludah mendengar sapaan itu. Dan, aku benar-benar tidak menduga apa yang diriku lakukan di sana. Aku yang di sana berwujud serigala, menyergap Kyungsoo, mencakarnya meskipun namja itu telah mempertahankan diri.
Aku hanya mampu menahan napas, tak bisa berbuat apa-apa. Kemudian sosokku di sana melompat ke atas meja. Memandangi semua yang berada di situ, termasuk bulan purnama. Ketika itulah aku yang di sana melolong.
Aku kaget. Benar-benar kaget. Apakah semua peristiwa itu benar-benar terjadi? Kemudian saat aku masih merasa tegang, ada seseorang berjubah hitam berdiri di sebelahku. Aku tak mampu melihat wajahnya, yang jelas aku merasa dia sedang menatapku.
“Ah, kutukan itu benar-benar berjalan,” itu yang kudengar darinya.
“Maaf,” aku mendekatinya perlahan. “Kutukan apa yang kau maksud?”
Masih dengan wajah datar, dia menjawab, “Salahkan ayahmu sendiri.”
Aku kebingungan. Dia sedang bicara apa? Kemudian kulihat lagi jendela itu. Di sana Suho terlihat melambai-lambaikan daging di depan wajahku. Lalu aku yang di sana mengejarnya, dan kesebelas namja itu juga berlari ketakutan.
“Apapun kutukan itu, kumohon hilangkanlah,” ucapku kemudian. Aku meringis melihat itu semua.
Sosok itu bukannya menuruti permintaanku, ia justru tertawa, “Aku tidak salah apa-apa. Sudah kukatakan salahkan ayahmu yang telah membuatku mengeluarkan kutukanku.”
“Jadi semua kutukan ini berasal darimu?” aku menghela napas. “Hilangkan, atau aku yang akan menyerangmu!”
“Aku tidak takut akan segala ancamanmu,” sahutnya. “Sergap saja, aku tidak takut. Lagipula kamu tidak akan pernah bisa menyergapku.”
Kemudian aku mencoba memukulnya. Aku benar-benar kaget saat tahu pukulanku menembus tubuhnya.
“Apa kubilang,” ujarnya. Dia tersenyum sesaat, sebelum akhirnya menghilang.
***
Semuanya tercengang mendengar cerita itu.
“Sudahlah, lupakan saja,” Baekhyun angkat bicara. “Yang jelas Kai kembali. Berita bagus! Kita tidak perlu lagi dimarahi manager!”
Mereka semua tersenyum gembira. Menyenangkan sekali rasanya melihat Kai telah pulang.
Konser mereka setelah itu berlangsung lancar. Popularitas XOXO meningkat lagi. Manager terlihat gembira melihat hal itu. Mereka masih menyembunyikan masalah Kai di depan manager, sembari berharap hal itu takkan pernah terjadi lagi.
***
Annyeong haseyo?”
“Annyeong haseyo, Suho-ah. Besok Kamis XOXO diundang ke Namdaemun City. Ini kesempatan bagus karena XOXO bisa lebih gemilang. Beritahu yang lain, ya!
“Oh, terima kasih informasinya, Pak. Saya akan memberitahu yang lain,” Suho menutup telepon. Ia bersorak gembira. “Ini konser yang sangat penting. Semua harus berjalan lancar.”
Ia melangkah keluar kamar, dan memanggil yang lain. Suho menceritakan itu semua. Kesebelas namja itu bertepuk tangan riang.
“Tapi, lagu apa yang sebaiknya dinyanyikan?” tanya Chen.
Mereka terdiam, berpikir.
“‘Christmas Day’? Kyungsoo menjawab ragu-ragu.
“Ya, lagu itu saja. Kupikir cocok,” Suho manggut-manggut. “Ayo kita latihan!”
***
Hari Kamis, pada saat konser.
Sebagai pembuka konser itu, XOXO tampil pertama. Semua bersiap di panggung, membentuk formasi.

Musik mengalun, dan Kyungsoo mulai bernyanyi. Awalnya semua terlihat baik-baik saja. Sampai, tanpa mereka sadari bulan purnama muncul di balik awan. Tepat saat bagian Luhan menyanyi solo didampingi Kai yang menari di sampingnya.
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar