Author : AnTaIsTa
(Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast : All
EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)
Genre : Romance, adventure
***
Kai
berhenti menari tiba-tiba. Luhan dan para penonton, yang jelas seluruh orang di
situ terpaku. Luhan yang kaget menghentikan nyanyiannya, meski musik tetap
mengalun.
Kai
menunduk, menutup matanya. Ia berbalik dan mencengkeram tangan Luhan. Tangannya
dingin penuh keringat, juga bergetar. Luhan yang kebingungan menatap wajah Kai,
“Ada apa? Kenapa kamu berhenti?”
Kai
tidak menjawab. Keringatnya justru keluar lebih deras.
Luhan
menghela napas. Ia berpikir sejenak. Tiba-tiba matanya membelalak ketika
mengingat suatu hal. Luhan mendongak ke atas. Benar apa dugaannya. Benda bulat
itu, benda bulat bercahaya di langit. Bulan purnama.
Luhan
dengan takut-takut memandang Kai yang masih menunduk, “Kai-ah … tolong jangan
sekarang ….”
Lagi-lagi, kutukan itu.
Ah, dasar!
Kenapa harus di tengah konser
seperti ini?
Kai
menarik napas. Cengkeramannya tambah kuat, menyebabkan Luhan mengerang.
Hyung, maaf. Tolong bertahanlah
sebentar. Aku sedang berusaha agar kutukan itu tidak terjadi.
Luhan
kemudian sadar. Cakar mengilap perlahan muncul dari tangan Kai. Luhan hendak
berteriak, tapi takut membuat orang-orang di sana mencurigainya.
Di mana sosok hitam itu? Dia harus
bertanggung jawab atas semua ini. Cakar ini … jangan sampai melukai hyung-ku.
Aku harus bisa mengontrol diri.
Luhan
hanya membisu, tak mampu berbuat apapun.
“Jangan memaksakan diri. Kamu
takkan mampu menghalangi kutukan itu. Saranku, segeralah menjauhi hyung-mu itu
sebelum cakarmu merobek kulitnya.”
Sosok itu muncul.
“Kumohon, jangan ganggu diriku. Aku
hanya ingin konser ini berjalan lancar,” ujarku kemudian.
Kai
mendongak, menatap Luhan. Ketika matanya terbuka, Luhan terlonjak. Sepasang
mata merah itu memicing tajam. Kyungsoo yang tahu apa yang sedang terjadi pada
Kai segera menarik Kai dari tempat itu. Keduanya menghilang di balik tirai.
Luhan
menghembuskan napas lega. Namun orang-orang di situ saling berbisik dan
berpandangan bingung. Begitu pula dengan manager
dan direktur yang hadir. Sang manager
memandang satu per satu anggota XOXO dengan galak. Luhan yang merasa dirinya
ditatap manager, buru-buru pergi ke
balik panggung. Anggota lain juga demikian. Penampilan mereka berakhir kacau.
MC
muncul di panggung. Untuk menghindari kekacauan itu, SHINee tampil. Manager XOXO ke backstage. Ia mendelik pada member-member XOXO.
“Suho,”
panggil si manager. “Apa yang
sebenarnya terjadi pada Kai?”
Suho
tidak menjawab.
“Kalian
tidak mau jujur pada manager-mu
sendiri?”
Suasana
hening.
Setelah
itu, Kyungsoo mendadak masuk. Napasnya naik-turun. Ia termenung ketika melihat manager XOXO berdiri di sana, melotot. Manager tiba-tiba mendorong Kyungsoo ke
tembok. Menahan dada Kyungsoo dengan tulang pengumpilnya sehingga namja itu tak
mampu bergerak.
“Ceritakan
semuanya, lalu akan kulepaskan lelaki ini.”
***
Dua
sosok itu bergulat, di bawah sinar matahari. Satunya terlempar ke batu, satunya
menggeram. Yang terlempar itu bangkit, kemudian menyeruduk satunya. Tidak
terima diseruduk, ia mencakar dan menggigit tengkuk si penyeruduk. Si
penyeruduk menggoyang tubuhnya dengan kasar hingga yang menggigitnya terlempar
ke semak berduri. Kulitnya tersobek-sobek.
Belum
sempat ia bangkit, si penyeruduk menyeruduknya. Ia mempertahankan diri dari
serudukan si penyeruduk, menahan tanduknya dengan kaki belakang. Akhirnya, si
penyeruduk dan sosok itu balas menerjang.
Dengan
tenaga penuh, si penyeruduk melempar sosok itu ke pohon menggunakan tanduknya.
Sosok itu kemudian terdiam, tak mampu lagi bergerak akibat serangan itu.
Perlahan, bulu-bulu hitam yang dimilikinya lenyap. Kukunya memendek. Dan itulah
sosok aslinya, Kai.
“Pada saat terluka seperti ini,
kamu meninggalkanku? Kenapa tidak kamu usir babi hutan itu sebelum kamu
mengembalikanku ke bentuk semula?”
“Aku sudah capek bertarung
dengannya,” sosok hitam itu mengangguk-angguk. Ia berbalik, “Selamat berjuang.”
Si
penyeruduk, babi hutan melompat ke arahnya dengan maksud menghunus dadanya. Kai
yang sangat lemas tak sanggup berbuat apa-apa. Ia hanya pasrah. Saat itu sosok
putih melintas dengan kilat.
Lalu
semuanya gelap.
Apa aku sudah mati?
***
Setelah
keheningan yang berlangsung selama lima belas menit, Chanyeol angkat bicara,
“Menurutku, biarkan hal itu menjadi rahasia kami. Manager hyung tidak perlu tahu.”
Si
manager mendesah keras. Lalu ia
melepaskan Kyungsoo dan pergi dengan menggerutu.
Suasana
hening lagi.
“Ayo
kita kembali ke dorm.”
***
Seminggu
kemudian, Kai belum juga muncul. Kesebelas namja itu bingung dan khawatir.
Akhirnya, Kyungsoo dan Chanyeol pergi ke hutan untuk mencari Kai.
“Kai-ah!”
Suara
Chanyeol menggema di dalam hutan. Namun tidak ada sahutan. Kyungsoo menyibak
semak belukar. Mereka melangkah lebih dalam. Sampai senja mereka tidak
menemukan sosok Kai.
“Hyung,
kita lanjutkan besok saja. Aku sudah capek,” Kyungsoo mulai putus asa.
“Tunggu
dulu,” tangan Chanyeol menahan Kyungsoo. Telinganya terbuka lebar. “Tidakkah
kamu mendengarnya?”
“Mendengar
apa?” Kyungsoo menajamkan telinga.
Chanyeol
menaruh jari telunjuknya di bibir. Kemudian keduanya terdiam sesaat. Suara
auman serigala samar-samar terdengar. Seketika ekspresi mereka berubah
ketakutan.
“Hyung,
itu … suara serigala. Apakah itu Kai?” tanya Kyungsoo. “Berarti Kai belum
berubah menjadi manusia. Itu berbahaya. Ayo kita kembali saja.”
Chanyeol
tidak memedulikan perkataan Kyungsoo. Ia justru masuk ke hutan lebih dalam,
mencari di mana asal suara itu. Kyungsoo akhirnya segera mengejar Chanyeol
meski hatinya begitu takut.
Chanyeol
terpaku tiba-tiba. Langkah kakinya berhenti. Kyungsoo juga berhenti di
belakangnya.
“Ada
apa, hyung?”
Chanyeol
menunjuk sesuatu. Di sana terbaring Kai, penuh darah di balik semak belukar.
Rintihannya terdengar seperti suara serigala.
“Kai-ah!”
Kyungsoo memekik. Ia berlari ke sana, namun tiba-tiba ia juga mematung. Ada
sosok putih di dekat Kai. Berdiri di sampingnya dan mendelik kepada dua namja
itu.
Kyungsoo
yang takut perlahan melangkah mundur. Kemudian ia menarik tangan Chanyeol dan
berlari dari hutan.
***
Umm … cahaya putih.
Mungkin aku sudah di alam lain.
Ah, bagaimana kabar XOXO, ya?
Aku jadi rindu pada mereka.
“Kau
sudah sadar?”
“Hah?!”
Kai tersentak dari tidurnya. Ia kaget melihat empat gadis di depannya, tersenyum
melihatnya.
“Kamu
sudah siuman? Syukurlah,” ucap salah satu dari mereka.
Kai
menghela napas, “Kalian siapa? Dan aku di … ah! Apa ini?”
“Tanganmu
masih terluka. Letakkan dulu, jangan banyak bergerak,” gadis berambut hitam
lurus itu mengelus tangan Kai dan menaruhnya dengan lembut di atas ranjang.
“Terima
kasih,” Kai mendesah. “Kalian siapa?”
“Perkenalkan,
namaku Yon Seol Chan. Panggil aku Seol Chan. Aku yang paling tua di sini,” ucap
gadis yang lain.
“Aku
Park Shin Hye. Panggillah aku Shin Hye.”
“Han
Bio Ka. Aku sering dipanggil Bio. Tapi kau memanggilku Bio Ka juga tidak
apa-apa.”
“Namaku
Kim Sei Hi, panggil saja Sei Hi.”
“Apa
kau maknae di sini?” tanya Kai hati-hati.
“Umm
… ya,” senyum Sei Hi dengan polosnya.
“Oh,”
Kai mengangkat sebelah alisnya. “Kamu manis sekali.”
Sei
Hi langsung menunduk malu. Shin Hye tertawa kecil, “Dia yang menemukanmu di
hutan dan membawamu kemari.”
“Terima
kasih,” Kai mengangguk pelan pada Sei Hi. “Lalu, sekarang di mana aku?”
“Di
rumah kami,” jawab Seol Chan. “Kami tinggal di sini. Sehari-hari bekerja
mencari kayu bakar.”
Kai
manggut-manggut.
“Maukah
kamu tinggal bersama kami?” pinta Bio.
“Hei,
tidak mungkin! Dia itu salah satu personil XOXO. Seharusnya ia kembali ke
Seoul, tak perlu berada di sini,” Shin Hye berbisik.
“Kalian
mengenalku?” Kai mendengar bisikan itu.
“Tentu
saja. Kami sering melihatmu di televisi,” sahut Seol Chan. “Kalau jujur, kami
fans kalian.”
Kai
membelalak.
“Oh
ya, kenapa konser kalian saat itu mendadak terhenti? Kamu terlihat aneh di
sana, Oppa. Tiba-tiba memegang tangan Luhan, dan dibawa Kyungsoo pergi dari
panggung,” tanya Bio.
“Kalian
melihat konser itu?” Kai mengangkat alis kanannya.
“Ya.
Kami bahkan hadir di sana,” sambung Shin Hye.
“Lalu,
kenapa kamu berada di hutan?” tanya Seol Chan.
“Aku
…. Kalian akan mengetahuinya suatu hari. Yang jelas, biarkan aku tinggal
bersama kalian. Maka kalian pasti akan melihat sesuatu yang terjadi padaku,”
ujar Kai.
Keempat
gadis itu berpandangan.
***
Chanyeol
dan Kyungsoo sampai di dorm. Mereka terengah-engah. Rasa takut dan bingung
menyelimuti mereka saat mencoba mengingat kembali kejadian itu.
“Siapa
sosok putih di sampingnya?” Kyungsoo meneguk segelas air putih. Hal itu
membuatnya kembali tenang.
“Apa
mungkin itu malaikat?” sahut Chanyeol. Dia melirik keluar jendela.
“Kalau
begitu apakah Kai …,” terka Kyungsoo.
“Hush!
Jangan berpikiran begitu. Aku yakin dia baik-baik saja,” Chanyeol memandang
Kyungsoo. “Semoga dia cepat sembuh.”
***
Kai
tersenyum sembari menggoyang-goyang tangannya. Ia merasa jauh lebih baik
sekarang. Luka-luka di tubuhnya perlahan sembuh. Kai menghela napas, kemudian
mendekati empat gadis yang tengah menata kayu bakar di atas dipan.
“Bisa
kubantu?” Kai duduk di samping Sei Hi.
“Ini,
tolong ikatkan kayu yang ini dan … ini. Pokoknya enam kayu diikat lalu letakkan
di sini,” Sei Hi menepuk-nepuk dipan.
Kai
mengangguk dan segera melakukannya.
“Wah,
bulan purnama!”
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar