About

Jumat, 07 November 2014

Dawn Wolf (Part 5)

Title    : Dawn Wolf
Author : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Sei Hi (OC), Han Bio Ka (OC), Yeon Seol Chan (OC), Park Shin Hye (OC), Patricia (OC)

Genre : Romance, adventure
***
Kai berhenti menari tiba-tiba. Luhan dan para penonton, yang jelas seluruh orang di situ terpaku. Luhan yang kaget menghentikan nyanyiannya, meski musik tetap mengalun.
Kai menunduk, menutup matanya. Ia berbalik dan mencengkeram tangan Luhan. Tangannya dingin penuh keringat, juga bergetar. Luhan yang kebingungan menatap wajah Kai, “Ada apa? Kenapa kamu berhenti?”
Kai tidak menjawab. Keringatnya justru keluar lebih deras.
Luhan menghela napas. Ia berpikir sejenak. Tiba-tiba matanya membelalak ketika mengingat suatu hal. Luhan mendongak ke atas. Benar apa dugaannya. Benda bulat itu, benda bulat bercahaya di langit. Bulan purnama.

Luhan dengan takut-takut memandang Kai yang masih menunduk, “Kai-ah … tolong jangan sekarang ….”
Lagi-lagi, kutukan itu.
Ah, dasar!
Kenapa harus di tengah konser seperti ini?
Kai menarik napas. Cengkeramannya tambah kuat, menyebabkan Luhan mengerang.
Hyung, maaf. Tolong bertahanlah sebentar. Aku sedang berusaha agar kutukan itu tidak terjadi.
Luhan kemudian sadar. Cakar mengilap perlahan muncul dari tangan Kai. Luhan hendak berteriak, tapi takut membuat orang-orang di sana mencurigainya.
Di mana sosok hitam itu? Dia harus bertanggung jawab atas semua ini. Cakar ini … jangan sampai melukai hyung-ku. Aku harus bisa mengontrol diri.
Luhan hanya membisu, tak mampu berbuat apapun.
“Jangan memaksakan diri. Kamu takkan mampu menghalangi kutukan itu. Saranku, segeralah menjauhi hyung-mu itu sebelum cakarmu merobek kulitnya.”
Sosok itu muncul.
“Kumohon, jangan ganggu diriku. Aku hanya ingin konser ini berjalan lancar,” ujarku kemudian.
Kai mendongak, menatap Luhan. Ketika matanya terbuka, Luhan terlonjak. Sepasang mata merah itu memicing tajam. Kyungsoo yang tahu apa yang sedang terjadi pada Kai segera menarik Kai dari tempat itu. Keduanya menghilang di balik tirai.
Luhan menghembuskan napas lega. Namun orang-orang di situ saling berbisik dan berpandangan bingung. Begitu pula dengan manager dan direktur yang hadir. Sang manager memandang satu per satu anggota XOXO dengan galak. Luhan yang merasa dirinya ditatap manager, buru-buru pergi ke balik panggung. Anggota lain juga demikian. Penampilan mereka berakhir kacau.
MC muncul di panggung. Untuk menghindari kekacauan itu, SHINee tampil. Manager XOXO ke backstage. Ia mendelik pada member-member XOXO.
“Suho,” panggil si manager. “Apa yang sebenarnya terjadi pada Kai?”
Suho tidak menjawab.
“Kalian tidak mau jujur pada manager-mu sendiri?”
Suasana hening.
Setelah itu, Kyungsoo mendadak masuk. Napasnya naik-turun. Ia termenung ketika melihat manager XOXO berdiri di sana, melotot. Manager tiba-tiba mendorong Kyungsoo ke tembok. Menahan dada Kyungsoo dengan tulang pengumpilnya sehingga namja itu tak mampu bergerak.
“Ceritakan semuanya, lalu akan kulepaskan lelaki ini.”
***
Dua sosok itu bergulat, di bawah sinar matahari. Satunya terlempar ke batu, satunya menggeram. Yang terlempar itu bangkit, kemudian menyeruduk satunya. Tidak terima diseruduk, ia mencakar dan menggigit tengkuk si penyeruduk. Si penyeruduk menggoyang tubuhnya dengan kasar hingga yang menggigitnya terlempar ke semak berduri. Kulitnya tersobek-sobek.
Belum sempat ia bangkit, si penyeruduk menyeruduknya. Ia mempertahankan diri dari serudukan si penyeruduk, menahan tanduknya dengan kaki belakang. Akhirnya, si penyeruduk dan sosok itu balas menerjang.
Dengan tenaga penuh, si penyeruduk melempar sosok itu ke pohon menggunakan tanduknya. Sosok itu kemudian terdiam, tak mampu lagi bergerak akibat serangan itu. Perlahan, bulu-bulu hitam yang dimilikinya lenyap. Kukunya memendek. Dan itulah sosok aslinya, Kai.
“Pada saat terluka seperti ini, kamu meninggalkanku? Kenapa tidak kamu usir babi hutan itu sebelum kamu mengembalikanku ke bentuk semula?”
“Aku sudah capek bertarung dengannya,” sosok hitam itu mengangguk-angguk. Ia berbalik, “Selamat berjuang.”
Si penyeruduk, babi hutan melompat ke arahnya dengan maksud menghunus dadanya. Kai yang sangat lemas tak sanggup berbuat apa-apa. Ia hanya pasrah. Saat itu sosok putih melintas dengan kilat.
Lalu semuanya gelap.
Apa aku sudah mati?
***
Setelah keheningan yang berlangsung selama lima belas menit, Chanyeol angkat bicara, “Menurutku, biarkan hal itu menjadi rahasia kami. Manager hyung tidak perlu tahu.”
Si manager mendesah keras. Lalu ia melepaskan Kyungsoo dan pergi dengan menggerutu.
Suasana hening lagi.
“Ayo kita kembali ke dorm.”
***
Seminggu kemudian, Kai belum juga muncul. Kesebelas namja itu bingung dan khawatir. Akhirnya, Kyungsoo dan Chanyeol pergi ke hutan untuk mencari Kai.
“Kai-ah!”
Suara Chanyeol menggema di dalam hutan. Namun tidak ada sahutan. Kyungsoo menyibak semak belukar. Mereka melangkah lebih dalam. Sampai senja mereka tidak menemukan sosok Kai.
“Hyung, kita lanjutkan besok saja. Aku sudah capek,” Kyungsoo mulai putus asa.
“Tunggu dulu,” tangan Chanyeol menahan Kyungsoo. Telinganya terbuka lebar. “Tidakkah kamu mendengarnya?”
“Mendengar apa?” Kyungsoo menajamkan telinga.
Chanyeol menaruh jari telunjuknya di bibir. Kemudian keduanya terdiam sesaat. Suara auman serigala samar-samar terdengar. Seketika ekspresi mereka berubah ketakutan.
“Hyung, itu … suara serigala. Apakah itu Kai?” tanya Kyungsoo. “Berarti Kai belum berubah menjadi manusia. Itu berbahaya. Ayo kita kembali saja.”
Chanyeol tidak memedulikan perkataan Kyungsoo. Ia justru masuk ke hutan lebih dalam, mencari di mana asal suara itu. Kyungsoo akhirnya segera mengejar Chanyeol meski hatinya begitu takut.
Chanyeol terpaku tiba-tiba. Langkah kakinya berhenti. Kyungsoo juga berhenti di belakangnya.
“Ada apa, hyung?”
Chanyeol menunjuk sesuatu. Di sana terbaring Kai, penuh darah di balik semak belukar. Rintihannya terdengar seperti suara serigala.
“Kai-ah!” Kyungsoo memekik. Ia berlari ke sana, namun tiba-tiba ia juga mematung. Ada sosok putih di dekat Kai. Berdiri di sampingnya dan mendelik kepada dua namja itu.
Kyungsoo yang takut perlahan melangkah mundur. Kemudian ia menarik tangan Chanyeol dan berlari dari hutan.
***
Umm … cahaya putih.
Mungkin aku sudah di alam lain.
Ah, bagaimana kabar XOXO, ya?
Aku jadi rindu pada mereka.
“Kau sudah sadar?”
“Hah?!” Kai tersentak dari tidurnya. Ia kaget melihat empat gadis di depannya, tersenyum melihatnya.
“Kamu sudah siuman? Syukurlah,” ucap salah satu dari mereka.
Kai menghela napas, “Kalian siapa? Dan aku di … ah! Apa ini?”
“Tanganmu masih terluka. Letakkan dulu, jangan banyak bergerak,” gadis berambut hitam lurus itu mengelus tangan Kai dan menaruhnya dengan lembut di atas ranjang.
“Terima kasih,” Kai mendesah. “Kalian siapa?”
“Perkenalkan, namaku Yon Seol Chan. Panggil aku Seol Chan. Aku yang paling tua di sini,” ucap gadis yang lain.
“Aku Park Shin Hye. Panggillah aku Shin Hye.”
“Han Bio Ka. Aku sering dipanggil Bio. Tapi kau memanggilku Bio Ka juga tidak apa-apa.”
“Namaku Kim Sei Hi, panggil saja Sei Hi.”
“Apa kau maknae di sini?” tanya Kai hati-hati.
“Umm … ya,” senyum Sei Hi dengan polosnya.
“Oh,” Kai mengangkat sebelah alisnya. “Kamu manis sekali.”
Sei Hi langsung menunduk malu. Shin Hye tertawa kecil, “Dia yang menemukanmu di hutan dan membawamu kemari.”
“Terima kasih,” Kai mengangguk pelan pada Sei Hi. “Lalu, sekarang di mana aku?”
“Di rumah kami,” jawab Seol Chan. “Kami tinggal di sini. Sehari-hari bekerja mencari kayu bakar.”
Kai manggut-manggut.
“Maukah kamu tinggal bersama kami?” pinta Bio.
“Hei, tidak mungkin! Dia itu salah satu personil XOXO. Seharusnya ia kembali ke Seoul, tak perlu berada di sini,” Shin Hye berbisik.
“Kalian mengenalku?” Kai mendengar bisikan itu.
“Tentu saja. Kami sering melihatmu di televisi,” sahut Seol Chan. “Kalau jujur, kami fans kalian.”
Kai membelalak.
“Oh ya, kenapa konser kalian saat itu mendadak terhenti? Kamu terlihat aneh di sana, Oppa. Tiba-tiba memegang tangan Luhan, dan dibawa Kyungsoo pergi dari panggung,” tanya Bio.
“Kalian melihat konser itu?” Kai mengangkat alis kanannya.
“Ya. Kami bahkan hadir di sana,” sambung Shin Hye.
“Lalu, kenapa kamu berada di hutan?” tanya Seol Chan.
“Aku …. Kalian akan mengetahuinya suatu hari. Yang jelas, biarkan aku tinggal bersama kalian. Maka kalian pasti akan melihat sesuatu yang terjadi padaku,” ujar Kai.
Keempat gadis itu berpandangan.
***
Chanyeol dan Kyungsoo sampai di dorm. Mereka terengah-engah. Rasa takut dan bingung menyelimuti mereka saat mencoba mengingat kembali kejadian itu.
“Siapa sosok putih di sampingnya?” Kyungsoo meneguk segelas air putih. Hal itu membuatnya kembali tenang.
“Apa mungkin itu malaikat?” sahut Chanyeol. Dia melirik keluar jendela.
“Kalau begitu apakah Kai …,” terka Kyungsoo.
“Hush! Jangan berpikiran begitu. Aku yakin dia baik-baik saja,” Chanyeol memandang Kyungsoo. “Semoga dia cepat sembuh.”

***
Kai tersenyum sembari menggoyang-goyang tangannya. Ia merasa jauh lebih baik sekarang. Luka-luka di tubuhnya perlahan sembuh. Kai menghela napas, kemudian mendekati empat gadis yang tengah menata kayu bakar di atas dipan.
“Bisa kubantu?” Kai duduk di samping Sei Hi.
“Ini, tolong ikatkan kayu yang ini dan … ini. Pokoknya enam kayu diikat lalu letakkan di sini,” Sei Hi menepuk-nepuk dipan.
Kai mengangguk dan segera melakukannya.

“Wah, bulan purnama!”
[Bersambung ....]
By : AnTaIsTa (Annisa, Shinta, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar