Author : An
IsTa (Annisa, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast : All EXO’s members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Mystery, adventure
***
“Luhan hyung! Tanahnya terbelah!” teriaknya
kemudian.
Luhan tersentak. Ia berdiri dan berlari lagi. Benar,
tanahnya terbelah. Kini ia tidak bisa mencapai daratan tempat teman-temannya
berada.
“Tao-ah,” Luhan menelan ludah. “Kalian pulanglah ke
tempat asal! Tidak perlu pedulikan aku. Mungkin aku tidak bisa kembali ke dunia
sesungguhnya.”
Tao tidak bergerak.
“Tao-ah?”
***
Yeajin meneguk minumannya. Ia mengamati keduabelas
namja yang telah tidur selama lima hari itu. Sebenarnya ia merasa khawatir,
namun bagaimana pun tak ada yang mampu dilakukannya.
Yeajin terlonjak kaget saat mendengar Tao mengigau.
Ia memanggil-manggil nama Luhan, seraya berkata, “Melompatlah melewati jurang
itu!”
Yeajin merasa tidak enak, “Ayah benar. Semua yang
dikatakan ayah memang benar. Mereka tidak bisa melakukannya dengan sempurna
tanpa bantuan ayah.”
Yeajin memejamkan mata. Ia ikut bermimpi, kali ini
ia memimpikan ayahnya.
***
Entah dari mana asalnya. Sosok itu. Sesosok manusia
bertubuh jangkung yang mendekati pohon MAMA. Saat ia datang sekejap bencana
alamnya berhenti. Sosok itu mengambil satu per satu dua belas simbol yang
menancap di batang pohon.
Luhan memandang sosok itu heran. Siapa dia? Tao yang
melihat sosok itu dari jauh bergumam, “Ayahnya Yeajin.”
Sosok itu ialah ayahnya Yeajin. Ayah Yeajin
mengantongi simbol-simbol itu. Ia melirik Luhan, lalu ia berlalu. Saat sosoknya
menghilang, dunia berputar. Rasanya seperti diaduk. Kemudian ketika kekacauan
itu berhenti, mereka berada di dimensi pertama.
***
Bangun.
Chanyeol yang pertama bangun. Ia melihat tangannya.
Betapa bersyukurnya ia tangannya terlihat biasa. Kai yang bangun juga merasa
perutnya biasa saja. Ketika bangun di dunia sesungguhnya, luka-luka mereka
hilang tanpa bekas. Bahkan sekarat sekalipun seperti Chen, dapat bangun dengan
sehat. Ia juga kaget melihat tubuhnya tidak berdarah-darah.
Yeajin yang terakhir bangun. Ia memandangi
keduabelas namja itu.
“Terima kasih,” ujarnya. Ia mengambil jaketnya dan
memakainya. “Ryeowook sudah mati. Aku yakin demikian.”
Mereka hanya terdiam.
***
“Yeajin,” Kyungsoo menghentikan langkah Yeajin.
Yeajin berbalik, menatap Kyungsoo.
“Kudengar kamu mau pergi keluar kota. Kenapa kamu
pergi?”
“Oppa, sudah banyak kekacauan yang ditimbulkan
kekuatan ini. Aku ingin menyelamatkan Seoul dari ketidakdamaian. Oppa, biarkan
aku pindah untuk selama-lamanya.”
“Baiklah,” Kyungsoo menghela napas. “Tapi kamu
meninggalkan misteri.”
“Misteri apa?” Yeajin membelalak.
“Kenapa ayahmu mendadak datang? Lalu, kenapa ayahmu
membuat novel itu? Juga bagaimana cerita terbentuknya kekuatan itu, dan
lainnya. Masih banyak yang ingin kutanyakan padamu.”
Yeajin tersenyum, “Oppa tidak perlu tahu jawaban itu
semua.”
Kyungsoo balas tersenyum. Ia memeluk Yeajin,
“Selamat jalan kalau begitu. Jangan lupa untuk terus mengubungi kami.”
“Ya, dan semoga XOXO tetap berjaya,” Yeajin
mengangkat kepalan tangannya. “Fighting,
XOXO!”
Mereka tertawa riang.
Berakhir? Jangan cepat berharap demikian.
Yeajin berbisik pelan di telinga Kyungsoo, “Oppa,
hati-hati dengan Kai.”
***
[Tamat?]
By : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar