About

Minggu, 13 Juli 2014

Shadows (Part 8)

Title    : Shadows
Author : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Yeajin (OC)

Genre  : Mystery, adventure
***
“Luhan hyung! Tanahnya terbelah!” teriaknya kemudian.
Luhan tersentak. Ia berdiri dan berlari lagi. Benar, tanahnya terbelah. Kini ia tidak bisa mencapai daratan tempat teman-temannya berada.
“Tao-ah,” Luhan menelan ludah. “Kalian pulanglah ke tempat asal! Tidak perlu pedulikan aku. Mungkin aku tidak bisa kembali ke dunia sesungguhnya.”
Tao tidak bergerak.
“Tao-ah?”
***

Yeajin meneguk minumannya. Ia mengamati keduabelas namja yang telah tidur selama lima hari itu. Sebenarnya ia merasa khawatir, namun bagaimana pun tak ada yang mampu dilakukannya.
Yeajin terlonjak kaget saat mendengar Tao mengigau. Ia memanggil-manggil nama Luhan, seraya berkata, “Melompatlah melewati jurang itu!”
Yeajin merasa tidak enak, “Ayah benar. Semua yang dikatakan ayah memang benar. Mereka tidak bisa melakukannya dengan sempurna tanpa bantuan ayah.”
Yeajin memejamkan mata. Ia ikut bermimpi, kali ini ia memimpikan ayahnya.
***
Entah dari mana asalnya. Sosok itu. Sesosok manusia bertubuh jangkung yang mendekati pohon MAMA. Saat ia datang sekejap bencana alamnya berhenti. Sosok itu mengambil satu per satu dua belas simbol yang menancap di batang pohon.
Luhan memandang sosok itu heran. Siapa dia? Tao yang melihat sosok itu dari jauh bergumam, “Ayahnya Yeajin.”
Sosok itu ialah ayahnya Yeajin. Ayah Yeajin mengantongi simbol-simbol itu. Ia melirik Luhan, lalu ia berlalu. Saat sosoknya menghilang, dunia berputar. Rasanya seperti diaduk. Kemudian ketika kekacauan itu berhenti, mereka berada di dimensi pertama.
***
Bangun.
Chanyeol yang pertama bangun. Ia melihat tangannya. Betapa bersyukurnya ia tangannya terlihat biasa. Kai yang bangun juga merasa perutnya biasa saja. Ketika bangun di dunia sesungguhnya, luka-luka mereka hilang tanpa bekas. Bahkan sekarat sekalipun seperti Chen, dapat bangun dengan sehat. Ia juga kaget melihat tubuhnya tidak berdarah-darah.
Yeajin yang terakhir bangun. Ia memandangi keduabelas namja itu.
“Terima kasih,” ujarnya. Ia mengambil jaketnya dan memakainya. “Ryeowook sudah mati. Aku yakin demikian.”
Mereka hanya terdiam.
***
“Yeajin,” Kyungsoo menghentikan langkah Yeajin. Yeajin berbalik, menatap Kyungsoo.
“Kudengar kamu mau pergi keluar kota. Kenapa kamu pergi?”
“Oppa, sudah banyak kekacauan yang ditimbulkan kekuatan ini. Aku ingin menyelamatkan Seoul dari ketidakdamaian. Oppa, biarkan aku pindah untuk selama-lamanya.”
“Baiklah,” Kyungsoo menghela napas. “Tapi kamu meninggalkan misteri.”
“Misteri apa?” Yeajin membelalak.
“Kenapa ayahmu mendadak datang? Lalu, kenapa ayahmu membuat novel itu? Juga bagaimana cerita terbentuknya kekuatan itu, dan lainnya. Masih banyak yang ingin kutanyakan padamu.”
Yeajin tersenyum, “Oppa tidak perlu tahu jawaban itu semua.”
Kyungsoo balas tersenyum. Ia memeluk Yeajin, “Selamat jalan kalau begitu. Jangan lupa untuk terus mengubungi kami.”
“Ya, dan semoga XOXO tetap berjaya,” Yeajin mengangkat kepalan tangannya. “Fighting, XOXO!”
Mereka tertawa riang.
Berakhir? Jangan cepat berharap demikian.
Yeajin berbisik pelan di telinga Kyungsoo, “Oppa, hati-hati dengan Kai.”
***
[Tamat?]
By : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar