Author : An
IsTa (Annisa, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast : All EXO’s members, Kim Yeajin (OC)
Genre : Mystery, adventure
***
Ia tersenyum.
Kelamnya malam itu tidak menghancurkan misinya.
Hanya cahaya yang bersumber dari bulan menjadi lampunya saat itu. Tangannya
dengan gesit menata cincin-cincin tersebut membentuk sebuah pola di atas perlak
yang dibentangkan di tanah. Ia menghela napas, mengucapkan sesuatu.
Angin berhembus pelan. Pelan, lalu semakin lama
semakin keras.
Ia membelalak.
Ada satu yang dilupakannya.
***
Chanyeol dengan iseng menjentik-jentikkan jarinya di
depan wajah Sehun, “Dalam hitungan ketiga, bangunlah kamu dari tidur panjangmu.
Satu, dua, tiga.” Namun tetap saja Sehun belum bangun.
Luhan menghembuskan napas pasrah, “Ini sudah tiga
hari. Memangnya serapat apa ruangan yang mengurungnya?”
“Serapat brankas,” jawab Chanyeol singkat. “Oke,
sekarang, bila Anda mendengar suara tepuk tangan, bangunlah Anda dan lupakan
apa yang menimpa Anda tadi. Satu, dua, tiga.” Chanyeol bertepuk tangan.
“Percuma saja, Chanyeol-ah,” Luhan mengelus-elus
tangan Sehun. “Kita sabar saja.”
Chanyeol akhirnya duduk di sofa. Sekarang giliran
Chanyeol dan Luhan yang menjaga Sehun. Sedangkan anggota XOXO lainnya, mereka
punya kesibukan sendiri-sendiri.
Pintu kamar mendadak diketuk.
Chanyeol berdiri dan membukanya. Yeajin muncul di
situ.
“Sehun sudah sadar?” tanyanya.
“Belum,” Chanyeol mundur sedikit. “Silakan masuk.
Tidak apa-apa kok.”
Yeajin hanya menengok ke dalam. Setelah melihat
Luhan dan Sehun, ia menatap Chanyeol. Lalu tangannya tergerak untuk menutup
pintu kamar.
“Maksudnya?” Chanyeol menggaruk kepalanya.
***
Sekarang Kris dan Tao.
Keduanya mengobrol bersama di samping Sehun,
tertawa-tawa sendiri. Namun, mendadak pintu diketuk.
Tao berdiri dan membuka pintu. Yeajin ada di situ.
“Sehun sudah sadar?”
Tao menggeleng, “Belum.”
Yeajin menutup pintu dengan keras.
***
Esoknya, saat Baekhyun tertawa sendiri menonton film
di televisi. Sedangkan Chen mengupas apel. Keduanya bertugas menjaga Sehun hari
itu.
Pintu kamar diketuk.
“Baekhyun hyung! Tolong bukakan pintunya, aku sedang
sibuk!” Chen memakan apel hasil kupasannya.
Baekhyun masih duduk di depan televisi. Ia menunggu
film itu berganti iklan, barulah ia berdiri dan membuka pintu.
“Sudah sadar?” Yeajin dengan raut wajah datar
berdiri di depan pintu.
“Sehun maksudmu?” Baekhyun balik bertanya.
Yeajin mengangguk pelan.
“Belum,” jawab Baekhyun.
Yeajin menutup pintu, meninggalkan Baekhyun yang
termenung di dekat pintu.
“Hyung, film-nya sudah mulai!”
Baekhyun buru-buru duduk kembali.
***
Kai membuka pintu kamar. Dilihatnya Chen tertidur
sambil duduk di kursi samping Sehun. Kepalanya bersandar pada ranjang Sehun.
Sedangkan Baekhyun tidur nyenyak di sofa.
Kyungsoo ikut masuk. Ia menutup pintu perlahan, agar
tidak membangunkan mereka. Kai meletakkan tas yang dibawanya. Kyungsoo mendekat
ke jendela. Ia membuka tirainya. Cahaya matahari menerobos masuk.
“Sudah agak siang. Mereka masih tidur,” kata
Kyungsoo pelan.
Tiba-tiba Kai mendesis, “Hyung, kemarilah!”
Kyungsoo mendekat, “Ada apa?”
“Lihat itu,” Kai menunjuk Sehun.
Sehun masih terlihat biasa. Ia belum siuman. Namun,
tiba-tiba jari tangannya terlihat bergerak. Kemudian lama-kelamaan pergelangan
tangannya ikut bergerak. Setelah itu kakinya bergeser-geser, disusul desahan
pelannya. Lalu matanya terbuka sedikit, melihat Kai dan Kyungsoo yang mematung
menatapnya.
“Hyung?” ucapnya lemah. Suaranya tidak terlalu jelas
karena ia dipakaikan tabung oksigen.
Ucapan lirihnya itu justru membangunkan Chen. Chen
mengangkat kepalanya dari ranjang Sehun dan tersenyum pada Sehun, “Sehun-ah?
Kamu sudah bangun?”
Sehun sepertinya belum sepenuhnya sadar. Ia melihat
ke penjuru ruangan, dan kembali lagi menatap Kai dan Kyungsoo.
Kai tertawa kecil seraya memukul-mukul pelan tangan
Kyungsoo. Sementara Kyungsoo melambaikan tangan pada Sehun, “Sehun-ah, aku di
sini! Kamu tidak lupa padaku kan?”
Sehun mengerjap-ngerjap. Ia tersenyum tipis, lalu
memandang Chen. Chen memeluknya, “Syukurlah kalau begitu.”
***
Malamnya, seluruh anggota XOXO berkumpul di sana.
Mereka bersenda gurau, saling bercerita, atau kegiatan lainnya. Yang jelas
Sehun sudah sadar, dan mereka mensyukuri hal itu. Sekarang saatnya melepas
rindu pada Sehun, sehingga mereka benar-benar menikmati malam itu.
Tidak hingga pintu tiba-tiba diketuk.
[Bersambung ....]
By : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar