About

Sabtu, 12 Juli 2014

Shadows (Part 2)

Title    : Shadows
Author : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)
Length : Chaptered
Cast     : All EXO’s members, Kim Yeajin (OC)

Genre  : Mystery, adventure
***
Ia tersenyum.
Kelamnya malam itu tidak menghancurkan misinya. Hanya cahaya yang bersumber dari bulan menjadi lampunya saat itu. Tangannya dengan gesit menata cincin-cincin tersebut membentuk sebuah pola di atas perlak yang dibentangkan di tanah. Ia menghela napas, mengucapkan sesuatu.
Angin berhembus pelan. Pelan, lalu semakin lama semakin keras.
Ia membelalak.
Ada satu yang dilupakannya.
***

Chanyeol dengan iseng menjentik-jentikkan jarinya di depan wajah Sehun, “Dalam hitungan ketiga, bangunlah kamu dari tidur panjangmu. Satu, dua, tiga.” Namun tetap saja Sehun belum bangun.
Luhan menghembuskan napas pasrah, “Ini sudah tiga hari. Memangnya serapat apa ruangan yang mengurungnya?”
“Serapat brankas,” jawab Chanyeol singkat. “Oke, sekarang, bila Anda mendengar suara tepuk tangan, bangunlah Anda dan lupakan apa yang menimpa Anda tadi. Satu, dua, tiga.” Chanyeol bertepuk tangan.
“Percuma saja, Chanyeol-ah,” Luhan mengelus-elus tangan Sehun. “Kita sabar saja.”
Chanyeol akhirnya duduk di sofa. Sekarang giliran Chanyeol dan Luhan yang menjaga Sehun. Sedangkan anggota XOXO lainnya, mereka punya kesibukan sendiri-sendiri.
Pintu kamar mendadak diketuk.
Chanyeol berdiri dan membukanya. Yeajin muncul di situ.
“Sehun sudah sadar?” tanyanya.
“Belum,” Chanyeol mundur sedikit. “Silakan masuk. Tidak apa-apa kok.”
Yeajin hanya menengok ke dalam. Setelah melihat Luhan dan Sehun, ia menatap Chanyeol. Lalu tangannya tergerak untuk menutup pintu kamar.
“Maksudnya?” Chanyeol menggaruk kepalanya.
***
Sekarang Kris dan Tao.
Keduanya mengobrol bersama di samping Sehun, tertawa-tawa sendiri. Namun, mendadak pintu diketuk.
Tao berdiri dan membuka pintu. Yeajin ada di situ.
“Sehun sudah sadar?”
Tao menggeleng, “Belum.”
Yeajin menutup pintu dengan keras.
***
Esoknya, saat Baekhyun tertawa sendiri menonton film di televisi. Sedangkan Chen mengupas apel. Keduanya bertugas menjaga Sehun hari itu.
Pintu kamar diketuk.
“Baekhyun hyung! Tolong bukakan pintunya, aku sedang sibuk!” Chen memakan apel hasil kupasannya.
Baekhyun masih duduk di depan televisi. Ia menunggu film itu berganti iklan, barulah ia berdiri dan membuka pintu.
“Sudah sadar?” Yeajin dengan raut wajah datar berdiri di depan pintu.
“Sehun maksudmu?” Baekhyun balik bertanya.
Yeajin mengangguk pelan.
“Belum,” jawab Baekhyun.
Yeajin menutup pintu, meninggalkan Baekhyun yang termenung di dekat pintu.
“Hyung, film-nya sudah mulai!”
Baekhyun buru-buru duduk kembali.
***
Kai membuka pintu kamar. Dilihatnya Chen tertidur sambil duduk di kursi samping Sehun. Kepalanya bersandar pada ranjang Sehun. Sedangkan Baekhyun tidur nyenyak di sofa.
Kyungsoo ikut masuk. Ia menutup pintu perlahan, agar tidak membangunkan mereka. Kai meletakkan tas yang dibawanya. Kyungsoo mendekat ke jendela. Ia membuka tirainya. Cahaya matahari menerobos masuk.
“Sudah agak siang. Mereka masih tidur,” kata Kyungsoo pelan.
Tiba-tiba Kai mendesis, “Hyung, kemarilah!”
Kyungsoo mendekat, “Ada apa?”
“Lihat itu,” Kai menunjuk Sehun.
Sehun masih terlihat biasa. Ia belum siuman. Namun, tiba-tiba jari tangannya terlihat bergerak. Kemudian lama-kelamaan pergelangan tangannya ikut bergerak. Setelah itu kakinya bergeser-geser, disusul desahan pelannya. Lalu matanya terbuka sedikit, melihat Kai dan Kyungsoo yang mematung menatapnya.
“Hyung?” ucapnya lemah. Suaranya tidak terlalu jelas karena ia dipakaikan tabung oksigen.
Ucapan lirihnya itu justru membangunkan Chen. Chen mengangkat kepalanya dari ranjang Sehun dan tersenyum pada Sehun, “Sehun-ah? Kamu sudah bangun?”
Sehun sepertinya belum sepenuhnya sadar. Ia melihat ke penjuru ruangan, dan kembali lagi menatap Kai dan Kyungsoo.
Kai tertawa kecil seraya memukul-mukul pelan tangan Kyungsoo. Sementara Kyungsoo melambaikan tangan pada Sehun, “Sehun-ah, aku di sini! Kamu tidak lupa padaku kan?”
Sehun mengerjap-ngerjap. Ia tersenyum tipis, lalu memandang Chen. Chen memeluknya, “Syukurlah kalau begitu.”
***
Malamnya, seluruh anggota XOXO berkumpul di sana. Mereka bersenda gurau, saling bercerita, atau kegiatan lainnya. Yang jelas Sehun sudah sadar, dan mereka mensyukuri hal itu. Sekarang saatnya melepas rindu pada Sehun, sehingga mereka benar-benar menikmati malam itu.
Tidak hingga pintu tiba-tiba diketuk.
[Bersambung ....]
By : An IsTa (Annisa, Isti, and Gita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar