About

Senin, 04 Agustus 2014

I'm Not A Pesky Kid (Part 2)

Title            : I’m Not A Pesky Kid
Author        : An (Annisa)
Length         : Chaptered
Cast            : Park Rae Hwa (OC), Choi Sang Hee (OC), Kim Yoon Ra (OC)
Genre          : Mystery
***
Keesokan harinya, pelajaran tidak sepadat biasanya. Sebab, masih banyak polisi berlalu-lalang di sekitar sekolah. Memeriksa gudang, juga membongkar semak belukar untuk menemukan petunjuk keberadaan makhluk misterius tersebut.
Rae Hwa memasuki kelasnya seperti biasa, lalu meletakkan tasnya di sebuah bangku. Ia menghela napas, kemudian memandang bangku sebelahnya. Di sanalah seharusnya Sang Hee duduk. Rae Hwa hanya menelan ludah, mengingat betapa tragisnya sahabatnya dibunuh.

Seorang gadis tiba-tiba saja duduk di bangku Sang Hee. Rae Hwa terkejut melihatnya. Gadis itu, Yoon Ra. Yoon Ra tersenyum pada Rae Hwa yang menatapnya. Kemudian ia berbicara, “Apa aku boleh duduk di sini?”
Rae Hwa hanya melongo.
“Bila kamu keberatan, aku akan pindah,” Yoon Ra mengangkat tasnya.
Rae Hwa buru-buru mencegahnya, “Jangan! Di sini saja. Lagipula, Sang Hee sudah pergi.”
Yoon Ra tersenyum kecil, “Aku mau jadi temanmu, kalau kamu mengijinkan. Mungkin kamu merasa kesepian setelah perginya Sang Hee.”
Rae Hwa mengangguk pelan.
“Kamu tahu? Aku pernah merasakan hal yang sama,” Yoon Ra mengajak Rae Hwa keluar kelas. “Pernah suatu hari, saat aku dan keluargaku berlibur ke pantai. Pada awalnya memang berjalan dengan lancar. Tapi, ketika kami bermain air, adikku tiba-tiba menghilang. Kami mengira ia tenggelam diseret arus ombak. Namun, ketika mayatnya dicari, tidak ada di mana-mana. Beberapa hari kemudian, ia ditemukan terdampar di pesisir pantai. Tubuhnya robek di sana-sini. Diduga karena serangan hiu.”
Rae Hwa menatap Yoon Ra, “Di mana itu terjadi?”
“Di Pantai Jeong Ji. Pernah dengar pantai itu?”
Rae Hwa menggeleng, “Di pedesaan, ya?”
Yoon Ra mengiyakan, “Pantai yang sangat jauh dari perkotaan.”
Sedetik kemudian, keduanya terdiam. Mereka berjalan berdampingan, menyusuri koridor kelas.
“Rae Hwa-ah, aku akan mengenalkanmu pada teman-temanku. Mungkin kita bisa bersahabat,” Yoon Ra berlari kecil menuju belakang sekolah. “Ikut aku!”
Rae Hwa mengekornya. Yoon Ra berlari melewati taman, lalu sampai di dinding pembatas sekolah. Gadis itu berjalan terus, melipir tembok-tembok pagar yang menjulang tingginya. Kemudian ia sampai di semak belukar. Yoon Ra tersenyum sejenak pada Rae Hwa, sebelum ia menyibak semak belukar tersebut. Rupanya di balik semak itu ada pintu kecil yang tingginya rendah, tapi cukup lebar untuk dilewati.
Yoon Ra menunduk. Ia mendorong pintu kayu tersebut. Diiringi suara berdecit, pintu itu bergeser perlahan. Yoon Ra merangkak, melewati pintu itu. Setelah sampai di luar, ia melambaikan tangan menyuruh Rae Hwa melakukan hal yang sama.
Rae Hwa merunduk. Ia merangkak, namun di tengah jalan punggungnya membentur tembok. Rae Hwa mengaduh pelan. Ia kemudian memperendah tubuhnya, hampir dalam posisi terngkurap. Yoon Ra membantu lelaki itu keluar. Dan akhirnya ia berhasil.
Yoon Ra menutup pintu kayu itu. Keduanya berdiri dan menghela napas.
“Ah, segar sekali udaranya! Di mana kita sekarang?” Rae Hwa menarik napas dalam-dalam.
“Ini di hutan,” sahut Yoon Ra. “Ayo, ikut aku!”
Keduanya berjalan lagi, menjauhi sekolah dan masuk ke dalam hutan. Hutan itu terang, tidak terlalu lebat seperti hutan belantara. Pohon-pohonnya juga tertata rapi. Mungkin ini sebuah perkebunan, atau hutan yang dikelola penduduk.
Tiba-tiba mata Rae Hwa menangkap sesuatu. Di tengah hutan, ada bebatuan besar yang tertumpuk, ditutupi semak belukar. Lumut juga menggerogoti bebatuan itu. Rae Hwa memandang batu-batu itu sejenak, lalu matanya membesar seketika.
Gua itu!
***
[Bersambung ....]

By : An (Annisa)

1 komentar: