About

Sabtu, 09 Agustus 2014

I'm Not A Pesky Kid (Part 3)

Title            : I’m Not A Pesky Kid
Author        : An (Annisa)
Length         : Chaptered
Cast            : Park Rae Hwa (OC), Choi Sang Hee (OC), Kim Yoon Ra (OC)

Genre          : Mystery
***
Rae Hwa mengamati gua tersebut. Tidak terlihat seperti tempat tinggal beruang. Ia melangkah mendekat. Rae Hwa bertekad untuk mencari tahu misteri dalam gua itu. Ia ingin menguak semuanya. Ia tak peduli, kalau nanti yang akan dilihatnya adalah beruang, atau makhluk lain yang jauh lebih mengerikan. Rae Hwa hanya ingin misteri meninggalnya Sang Hee, sahabatnya itu, terpecahkan.
“Rae Hwa-ah!”
Rae Hwa tersentak. Ia menoleh ke belakang. Yoon Ra berdiri di sana, menatapnya, “Sedang apa kamu di situ?”

“Aku ingin menyelidiki gua ini,” Rae Hwa memandang gua itu lagi. “Kau tahu soal Sang Hee kan? Aku ingin tahu bila benar di sini sarang beruang.”
Yoon Ra berjalan cepat ke arah Rae Hwa. Ia menarik tangan Rae Hwa, dan berjalan lagi menjauhi gua itu.
“Hei, hei? Kalau kau ingin mengenalkanku pada teman-temanmu, nanti saja. Ini jauh lebih penting,” ujar Rae Hwa menghentikan langkah kaki Yoon Ra.
Yoon Ra berpaling, “Kamu tidak tahu apa-apa tentang gua itu. Bila kau ingin menyelidikinya, biarkan polisi saja. Jangan kamu.” Kemudian ia berjalan lagi.
“Aku tidak tahu apa-apa?” Rae Hwa melepaskan tangannya dari pegangan Yoon Ra. “Kalau begitu, ceritakan padaku semuanya yang kau tahu tentang gua itu.”
“Bukan hal yang menyenangkan untuk diceritakan,” Yoon Ra menarik napas.
“Ada apa sebenarnya dengan gua itu?” nada bicara Rae Hwa meninggi.
Yoon Ra terdiam sesaat. Sepertinya ia tengah memikirkan sesuatu. Mulutnya terbuka, hendak mengatakan sesuatu. Tapi beberapa detik kemudian mulutnya ditutup. Setelah itu ia tampak berpikir. Lalu hendak berbicara, namun ia batalkan lagi. Yoon Ra menggigit bibir bawahnya, sementara pikirannya terus melayang ke suatu tempat.
“Halo? Jangan membuatku bingung, Yoon Ra-ssi. Bilang saja kalau kau tidak ingin kutinggalkan sendiri di sini,” Rae Hwa membalikkan badan.
“Sekolah, rekayasa, kematian, bintang, anak sial ….”
“Apa?” Rae Hwa menatap Yoon Ra.
“Sekolah, rekayasa, kematian, bintang, anak sial ….,” tanpa ekspresi, Yoon Ra mengatakannya. Matanya tertuju pada gua tersebut.
Rae Hwa mendekati Yoon Ra, “Apa yang kau katakan?”
“Itu saja yang kutahu tentang gua tersebut,” Yoon Ra menunduk. “Karena kau bertanya, maka aku menjawab.”
***
“Sekolah, rekayasa, bintang, kematian? Bukan, bukan begitu. Sekolah, kematian, bintang, rekayasa? Bukan, kok. Kurasa ada lima kata, tapi apa kata terakhir, ya?” Rae Hwa mengelus dagunya sambil memasuki halaman sekolah.
Seketika, ia dikejutkan oleh pemandangan sekolah yang sepi. Sangat sepi bahkan seperti tidak ada kehidupan di sana.
Rae Hwa yang keheranan melirik jam tangannya, “Sekarang sudah waktunya masuk sekolah kan? Kurang lima menit lagi sudah bel. Tapi kenapa sepi sekali?” Ia melihat sekeliling. “Hari apa ini? Apa ini hari libur?” Rae Hwa segera ke kelasnya, mengecek kalender. “Tidak, ini hari Rabu. Juga, bukan tanggal merah,” jarinya mengetuk-ngetuk kalender.
“Ah, apa kemarin ada pengumuman bahwa hari ini libur?” Rae Hwa mengingat-ingat. “Mungkin ada, saat aku dan Yoon Ra ke belakang sekolah. Dasar Yoon Ra, kenapa ia mengajakku ke sana saat ada pengumuman,” Rae Hwa memutuskan pulang. Ia melangkahkan kakinya keluar halaman.
Pada saat itu dilihatnya seorang siswa memakai seragam yang sama dengan dirinya juga membawa tas, memarkir sepedanya dengan buru-buru. Ia berlari ke suatu tempat, meninggalkan Rae Hwa yang terbengong-bengong.
“Hei, tunggu!” Rae Hwa akhirnya berlari membuntuti anak tersebut. “Hei! Aku hanya ingin bertanya!”
Anak tersebut akhirnya berhenti dan berpaling, “Apa?”
“Apa hari ini sekolahnya libur?” tanya Rae Hwa sambil mendekati si anak.
“Dasar, Bodoh. Hari ini hari apa? Cek kalender, dong! Ini bukan hari Minggu, tahu!” anak tersebut berlari lagi.
“Jadi?”
“Jadi …,” si anak berbalik lagi. Dengan suara yang sangat keras ia berkata, “Ini masuk sekolah!”
“Tapi kenapa sekolahnya sepi sekali?” Rae Hwa menuding lapangan sepak bola yang luasnya hampir seantero Lapangan Senayan sunyi senyap.
“Salahkan saja dirimu sendiri apa yang kau lakukan pada Yoon Ra hingga ia tewas di tepi sungai dekat hutan sana,” si anak gantian menuding bukit dekat sekolah. “Kau kan yang terakhir bersamanya.”
Rae Hwa tersentak kaget. Tewas? Yoon Ra tewas?
[Bersambung ....]
By : An (Annisa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar