About

Jumat, 21 Agustus 2015

Bigbang Family

Title    : Bigbang Family
Author : An (Annisa) and Mey
Length : Oneshoot
Cast     : All Bigbang's members
Genre : Comedy
***
Ini pertama kalinya author bikin ff genre comedy. Kalo ceritanya gaje pake banget ato garing krenyes krenyes maapin author ye. Manusia gaada yang sempurna *bhaak :v Oya, di sini author dibantuin temen ni. Perkenalan dulu yeth, namanya Mey. Gausah pake nama lengkap lah ye, orangnya malu-malu kucing. Juga, ni ff comedy idenya dia. Berhubung author belum pernah make cast Bigbang *padahal VIP* sama belum pernah bikin genre comedy, dia ngajakin bikin. Apalagi author-author blog ini hiatus semua entah ke mana. Ada yang sibuk main game, sibuk mantengin comeback kpop idol, sibuk main ke bukit, sibuk ngerjain tugas ato apalah-apalah. Jadi lumayan lah ye buat mencairkan suasana blog. Eakk :v
Oke, happy reading ^*^
***

Once upon a time, tinggallah sebuah keluarga *jreng jreng* di sebuah rumah mewah alias mepet sawah berukuran 2x2 m. Karena rumah mereka yang teramat sangat luas/?, mereka tidur berjejer-jejer seperti ikan pindang.
Keluarga tersebut terdiri dari lima orang :
Choi Seunghyun, bokap sekaligus babe dari anak-anak tercinta dan kebanggaannya *aw, terharu* sekaligus kepala keluarga terganteng sedunia. Tahun ini ia memasuki kepala 4 (berumur 40 tahun).
Kang Daesung, istri tercantik membahana sejagad raya belahan jiwa satu hati dan untaian napas dari bokap Seunghyun *eakk* Sekarang ia berumur 37 tahun atau kepala 3.
Kwon Jiyong, anak pertama dari Babe Seunghyun dan Nyak/? Daesung. Ia berambut keorange-orangenan yang membuatnya seperti jeruk berjalan. Jiyong sangat sensitif terhadap sentuhan, suhu, cuaca, dan iklim yang ekstrim. Ia berumur 20 tahun tadi malam atau kepala 2.
Dong Yong Bae utowo/? Taeyang, anak kedua. Tubuhnya yang kekar mampu mengangkat lima mobil pengangkut yang mengangkut mobil di mana di dalam mobil tersebut terdapat mobil-mobilan yang seperti mobil milik Babe Seunghyun dengan merek mobil yang sama dengan mobil milik artis terkenal yang memiliki mobil. Kemarin dia berumur 18 tahun (kepala 1).
Lee Seunghyun *ciee namanya kembaran sama Babe Seunghyun ciee* alias Seungri, anak bungsu dari 3 bersaudara. Kedua hyung nya sudah mempunyai kepala sedangkan dirinya tidak mempunyai kepala atau lebih tepatnya hampir mempunyai kepala karena dia baru berusia 9 tahun. Dia mirip seperti ayahnya yaitu bersifat koplak, berambut putih (dikarenakan penuaan dini) dan tidak bisa diam. Serta suka mengganggu orang lain, bahkan ayam yang sedang bertelur pun diganggu supaya telurnya masuk lagi.
Meskipun mereka berbeda marga, tapi mereka tetaplah harmonis sebagai satu keluarga. *cie cieee*
*Aku ingin begini, aku ingin begitu.. Ingin ini ingin itu banyak sekalii~ semua semua semua dapat ditaklukkan dapat ditaklukkan dengan kantong ajaibb~
Tadadadadadaaaaa~ inilah cerita kami semuaaa~
Pagi yang cerah *kukuruyuuuk ciap ciap petok petok meong guk mbeek*. Angin bertiup sepoi-sepoi, menggoyangkan dedaunan dengan anggun. Air mengalir berkelak-kelok menyusuri bebatuan. Matahari muncul perlahan dari ufuk timur, menebarkan sinarnya ke seluruh permukaan bumi. Hmm, suasana yang tenang *smile emoticon*.
GUBRAKK!!
“Silau! Panas! KYAAAAA~! Siapa yang membuka pintu?! Siapa yang nyuruh matahari buat masuk ke rumah?! Aku benci panas! Aku benci sinar matahari!! Benci benci benci!!”
Jiyong bangun dari tidurnya, lalu melempar selimut, bantal, guling, sprei, kasur, lemari, televisi, piano, dan Seungri/? ke segala arah. Nyak Daesung terbangun, menjerit-jerit dan berlarian ke sana-kemari. Taeyang masih tertidur, sangat nyenyak sambil mengemut jempolnya. Sedangkan Babe Seunghyun, pelaku utama dari kasus ini alias yang membuka pintu rumah, tersenyum lebar sambil menghirup udara dalam-dalam tanpa rasa berdosa.
Seungri yang terlempar ke langit-langit ruangan, mendarat tepat di atas Taeyang sehingga membuat Taeyang bangun. Tangan Taeyang yang berotot meraih kerah baju Seungri, kemudian mengangkat namja mungil unyu-unyu itu tinggi-tinggi.
“Beraninya kau mengganggu tidurku! How dare youuu!!!” mata Taeyang memicing galak. Hidungnya kembang-kempis dan mulutnya monyong kiri-kanan. Tangan kirinya mengepal, bersiap melakukan servis/? pada Seungri.
Tuing! Servis tinggi dilakukan dengan sempurna dan Seungri melambung tinggi. Seungri melayang dengan gaya punggung lalu mendarat di samping Jiyong. Jiyong yang masih sibuk dengan sinar matahari merasakan dentuman keras berskala 9 skala Ritcher di sampingnya.
“KYAAAA~!!! Getaran! Sentuhan! Aku bencii!! Benci benci bencii!!”
Jiyong kembali melemparkan selimut, bantal, guling, sprei, kasur, lemari, televisi, piano, dan Seungri *Seungri yang malang* ke seluruh penjuru ruangan. Kali ini Seungri terlempar ke arah Babe Seunghyun yang sedang bersemedi di teras rumah. Keduanya jatuh berguling-guling dan masuk ke sawah.
Nyak Daesung berlari keluar,  “Sawahnya nggak papa kan? Aduh, kasian amet ni padi, kejatuhan Babe sama Seungri. Ih, kalian berdua nakal!” Nyak Daesung menjewer telinga Babe Seunghyun dan Seungri.
Namun tiba-tiba, mata Seungri menangkap seekor kucing yang numpang lewat di atap rumah. Sensor keusilannya langsung aktif. Dia meloncat keluar dari sawah dan nggak sengaja ngedorong Nyak Daesung. Nyak Daesung kedorong ke arah Babe Seunghyun, dan keduanya jatuh bersama di sawah yang berlumpur. Tatapan mereka bertemu, tangan mereka memegang pinggang satu sama lain *co cwitt*. Inilah yang dinamakan cinta bersemi di tengah sawah.
Seungri berlari ke arah dinding rumah yang cuma terbuat dari triplek. Namja unyu-unyu itu memanjat dengan cepat, pandangannya lurus ke atas mengamati gerak-gerik si kucing.
*Seungri Seungri di dinding, diam diam merayap~ Datang seekor kucing~ Hap, lalu di …*
 “WOIII!!! Abis nyemplung sawah, masih aje manjat dinding! Udah susah payah gue cat itu dinding kemaren! Sadar napa kalo lu itu kayak gumpalan lumpur naik ke atap!” suara Babe Seunghyun menggelegar membuat si kucing melompat kaget kek kesetrum, en berlari pergi.
Seungri kecewa si kucing ninggalin dia. Sedetik kemudian, Seungri ngerasa telinganya ditarik dan dia jatuh gedebuk di tanah.
“Sekarang MANDI!” suara Babe Seunghyun, entah dari mana asalnya, masuk ke telinga kanan Seungri dan keluar lagi lewat telinga kiri.
Seungri berdiri. Kali ini dia ngeliat semut lagi gotong royong bawa makanan di tanah. Sensor keusilannya kembali menyala. Dia berjalan mendekat ke semut-semut itu, tapi lagi-lagi telinganya ditarik.
“MANDIIII!!!!!” Babe Seunghyun berteriak dengan suara ultrasonik tepat di telinga Seungri.
Seungri akhirnya berjalan ke belakang rumah, menuju kamar mandi sambil ngomel-ngomel gajelas. Di sana dia ngeliat Taeyang baru aja masuk kamar mandi en mengunci pintunya.
“Bang Taeyang, mandi bareng dong,” Seungri menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Taeyang membuka sedikit pintu kamar mandi dan Seungri langsung masuk begitu saja ke kamar mandi. Setelah masuk, Seungri memasang tampang termanis yang dia punya pada Taeyang yang menatapnya setajam silet.
“Kamar mandi sebelah kan kosong. Nape masuk sini?” tanya Taeyang galak.
Seungri yang ditanyai pun hanya nyengir memperlihatkan semua giginya, “Seungri nggak mau ke kamar mandi sebelah. Baunya nggak enak.”
“Lah, lu kemaren pengen mandi di kamar mandi sebelah pas gue lagi mandi di situ, sekarang gue mandi di sini lu juga mandi di sini.”
Seungri kembali nyengir saat ditanya abangnya, “Seungri atut kalo mandi sendiri.”
Taeyang menepuk dahinya. Lalu dia berteriak, “NYAKKK!!! SEUNGRI MINTA DIMANDIIN!”
Nyak Daesung yang masih bermesraan dengan Babe Seunghyun di sawah depan rumah nggak denger teriakan Taeyang. Singkat cerita, Taeyang pasrah pas ngeliat Seungri mengedip-ngedipkan mata sambil ber-aegyo ria. Mereka pun mandi berdua.
“Yang merasa namanya Jiyong, harap menemui Nyak Daesung sekarang!”
Jiyong bangun *ceritanya ni anak tidur lagi abis ngelempar Seungri*. Dia jalan terseok-seok ke arah dapur sambil ngucek-ucek mata. Gara-gara mata baru kebuka setengah, dia salah jalan, harusnya masuk ngelewati pintu dapur tapi malah nabrak dinding di sebelahnya.
“KYAAAA~!!! Tabrakan! Sentuhan! Aku bencii!! Benci benci bencii!!”
Jiyong kembali melemparkan selimut, bantal, guling, sprei, kasur, lemari, televisi, piano, dan Seungri *yang entah kenapa ketemu lagi* ke seluruh penjuru ruangan.
Nyak Daesung yang mendengar keributan itu nongol dari dapur sambil plonga-plongo ngeliat Jiyong lagi latihan karate/? ke arah dinding.
“Jiyong, tolong beliin kecapung/? goreng sama ayam kentangki/? di pasar. Ajak Seungri noh,” Nyak Daesung ngasih Jiyong selembar uang seratus ribuan.
Perhatian Jiyong langsung teralihkan dari dinding ke uang di tangan Nyak Daesung. Matanya berbinar-binar sambil ngambil uang itu.
“Dapet angpau, yeyeye!” Jiyong berjalan setengah melompat keluar rumah.
Ketika itu Seungri ndeketin Nyak Daesung, “Kecapung apaan, Nyak?”
“Gatau,” jawab Nyak Daesung. “Tanya author nya aje, Nak. Nyak cuman disuruh bilang gitu.”
Lalu Seungri menatap polos ke arahku *kyaaa ngarep amat ni author* “Kecapung apaan yak?”
“Gue juga gatau, Seungri sayaang.” *idih author bilang Seungri sayang segala, bangun author bangun, hari udah pagi*
Seungri garuk-garuk kepala. Terus dia ngikutin Jiyong keluar rumah.
Jiyong yang udah naik ke sepeda dan lagi otw ke pasar, tiba-tiba merasakan guncangan hebat di belakangnya. Sepeda pun oleng dan ambruk ke samping.
“KYAAAA~!!! Geta …”
Seungri dengan sigap menutup mulut abangnya itu sebelum negara api menyerang/?
“Ini Seungri, Bang. Seungri cuman mau nebeng di kursi belakang. Tapi taunya Bang Jiyong udah jalanin sepeda. Yaudah deh, Seungri langsung naik aja.”
Jiyong mendengus, “Ngomong dulu napa kalo mau naik. Panggil dulu kek, ato minimal pegang pundak gue kayak sopir-sopir bajaj itu.”
“Lah, kalau Seungri pegang juga paling Abang jadi kek gini,” Seungri berdehem sejenak. “Kyaaaa~ sentuhan! Aku benci! Benci benci benci,” tiru Seungri dengan nada super duper amat terlalu aneh kuadrat.
PLAKK!!
Seungri nangis sesenggukkan di kursi belakang sepeda. Sementara Jiyong mengayuh sepeda dengan wajah bersungut-sungut.
“Es krim es krim~”
Sepeda Jiyong berhenti tepat di depan penjual es krim. Dia turun dari sepeda, terus beli es krim coklat en ngasih es krim itu buat Seungri.
“Nih, makan,” masih dengan tampang masam, Jiyong ngasih Seungri es krim itu. “Jan nangis lagi ye, mampus gue entar sama Nyak.”
Seungri mengusap matanya sambil nerima es krim itu. Tapi nggak lama kemudian, dia nangis lagi sambil meluk Jiyong gak jelas.
“Abaaaangg~ Seungri terharuuuu~ Seungri jadi makin sayang deh ama Abang,” katanya manja sambil berusaha nyium pipi Jiyong.
Penjual es krim dan beberapa orang di situ bengong ngeliat mereka berdua. Ada penampakan dua sosok berpelukan di pinggir jalan. Salah satunya mau nyium lagi.
“Wasem lu. Woi, jan lebay. Es krim itu cepetan dimakan, ato gue makan entar,” ancam Jiyong gegara nggak enak sama orang-orang di deketnya.
Seungri makan es krim itu sambil senyum-senyum meluk Jiyong. Yaa, walaupun si penjual es krim, orang numpang lewat, orang naek sepeda, orang gila, orang abis mandi, orang pake baju kebaya, kucing, semut, sama ayam lari ngejauhin mereka berdua. Paling enggak mereka merasakan rasa kekeluargaan yang harmonis bak melodi cinta. *huehuehue #PLAKK!*
***
By : An (Annisa) and Mey

Btw apa readers penasaran ama kecapung?
Nih ye, gue kasih infonya.
Scroll down aje.






































































































Gue juga gatau itu apa :v
Jadi ceritanya gini. Pas pelajaran agama di sekolah, tepatnya lagi membahas tentang hari kiamat. Nah, guru gue bilang kalo manusia entar di hari kiamat jadi kayak laron berterbangan, anai-anai, dan kecapung/? Gue inget-inget lagi, gaada di dunia ini spesies kecapung. Saking penasarannya, gue browsing ‘spesies kecapung’. Ee, yang muncul malah potret diri capung ama di situ tulisannya “Showing results for spesies capung” en “Search instead for spesies kecapung”.
Yaa, inilah gaes. Malu bertanya, sesat di jalan. Malu bertanya, kecapung menjadi misteri. Mungkin kecapung itu gabungan kecebong ama capung kali ya :v ato mungkin guru gue typo *typo kok di papan tulis* Pokoknya, sekian penjelasan author tentang kecapung bagi yang penasaran ama tu spesies. Terus buat para ahli biologi ato yang merasa hafal semua spesies serangga di dunia ini, kasih tau ye kalo ada spesies namanya kecapung :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar