About

Senin, 30 November 2015

Pacaran Islami?





Kamu pacaran?

"Iya, kita pacarannya Islami kok. Gak pernah yang 'kotor'. Paling cuma jalan pergi makan. Atau aku nemenin dia ke suatu tempat, toko buku contohnya."
Komunikasinya gimana?
"Ooo, itu harus. Pagi siang malem. Apalagi menjelang shalat, harus saling mengingatkan. Cuman smsan biasa aja."
Jadi itu ya pacaran Islami?
"Iya, kayak gitu. Pacaran yang gak ngelakuin apa-apa. Seperti (maaf) ciuman atau hubungan badan."
Ooo, gitu ya. Terus kalo pacaran Islami ada, miras Islami juga ada dong, itu yang kayak gimana ya?
"Kamu suka aneh-aneh. Miras kan haram. Sekali haram tetap haram."

Tuh tau. Pacaran juga gitu. Gak ada lho, istilah pacaran Islami. Bukannya Allah swt. melarang kita untuk mendekati zina?
-Dikutip dari : IG loveislam.id-
***
Bismillahirrahmanirrahim~
Assalamualaikum gaess~ ^^
Di masa-masa puber kayak gini, rasanya nggak mungkin kalau belum pernah ngerasain yang namanya suka sama lawan jenis. Mulai dari temen sebangku, sekelas, satu sekolahan, tetangga sebelah, atau mungkin di Korea Selatan, author contohnya. Yep, itu hal yang wajar kok. Jangan khawatir kalau tiba-tiba jantungmu dag dig dug waktu papasan sama cowok.
Tapi, haruskah rasa senang itu dilayani dengan berpacaran?
Emang kita pastinya pernah punya samwan someone special. Rasa seneng kita ke dia sangat besar, istilahnya ampe tumpeh-tumpeh. Dilihat seratus kali dari ujung rambut sampe kuku jari kakinya, nggak bakalan nemuin secuil pun kekurangan si dia. Rasanya nge-fly banget waktu dia tiba-tiba ngeliat kita. Apalagi pas dia ngelempar senyum manis ke kita. No words can explain that feel :)
Di sisi lain, gimana kalo misalnya cowok gebetan kita ternyata juga punya perasaan yang sama? Gimana kalo dia nyatain perasaannya ke kita waktu our feeling to him is too damn high? Apakah kita harus menerimanya?
Ingat ya gaes. Kita tidak boleh berpacaran karena kita BELUM HALAL sama si dia. BELUM HALAL sama artinya dengan HARAM. Kalau Islam sudah mengatakan suatu hal itu haram, maka kita sama sekali tidak boleh mencicipinya.
Selain itu, pacaran itu identik dengan perbuatan zina. Seperti yang kita ketahui, perbuatan zina termasuk dosa besar. Akibat yang ditanggung pezina tak hanya di dunia saja, tetapi juga dibawa ke akhirat kelak. Ingat, laknat Allah tak tanggung-tanggung. Beranikah kalian berpacaran di dunia sedangkan api neraka sudah dipersiapkan untuk merajam kalian? Yaps, mungkin sebagian dari kalian berpikir, kan tidak semua pacaran berujung zina. Guys, memang tidak semua pacaran berujung zina, tetapi SEMUA ZINA BERAWAL DARI PACARAN.
Lagipula, Islam adalah agama yang melarang umatnya untuk melakukan sesuatu yang berujung dosa besar. Salah satu contohnya, bersikap sombong. Sombong atau takabur, berarti menganggap dirinya yang paling baik atau menghargai diri secara berlebihan. Perilaku sombong ini apabila diteruskan, maka seseorang bisa terlena dan lupa diri bahwa semua yang ia banggakan selama ini merupakan pemberian dari Allah. Karena terlena dan lupa diri inilah, seseorang bisa melupakan Allah dan terjerumus pada kesyirikan. Sama dengan pacaran.
"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
 "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra : 32)
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur : 30)
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan." (HR. Ahmad)
"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HASAN, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)
Telah berkata Aisyah r.a., "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataan." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah)
"Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari kiamat." (HR. Ahmad)

Di awal artikel inipun telah dijelaskan secara sederhana bagaimana pacaran dikatakan haram. Tak ada istilah miras Islami dalam Islam. Tak ada istilah sombong Islami, durhaka Islami, ataupun berjudi Islami. TAK ADA ISTILAH PACARAN ISLAMI.
Gaes, sebenarnya pacaran itu boleh kok. Tetapi apabila sudah halal saja. Bukankah lebih nikmat jika berpacaran ketika sudah halal? So, kenapa tidak memilih untuk bersabar dulu? Kenapa justru terburu-buru mengikuti hawa nafsu ketika suatu saat nanti kita dapat berpacaran yang menghasilkan pahala?
By : An (Annisa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar